Kerajinan Furniture Di Semarang

0 174

Kerajinan Furniture Di Semarang

Bagi penduduk Kota Semarang, Jawa Tengah, jika ingin mencari kayu dengan harga lumayan terjangkau  untuk pembuatan rangka plafon rumah atau furnitur ada tempat yang bisa disambangi. yaitu di Lamper tengah Semarang. Di situ, orang bisa membeli kayu maupun furnitur dari kayu.

Lokasinya cukup strategis. Dari Simpang Lima, kita mengarah ke perempatan Kabluk. Dari sana tinggal belok ke kanan dan sekitar 30 meter (m) ke arah pom bensin Lamper Tengah ada  Gang Lamper Tengah 10. Di sepanjang gang tersebut berjejer kios-kios penjual dan perajin kayu.

Sentra penjual dan perajin kayu di Lamper Tengah, Semarang ini telah ada sejak tahu 1995. Di gang sepanjang kurang lebih 1 kilometer (km) tersebut, tersebar sekitar 15 kios penjual dan perajin kayu.

Meski ketika sentra tersebut sudah beranjak senja, pengunjung sentra ini masih terlihat ramai. Beberapa perajin masih sibuk mengerjakan pembuatan furnitur. Beberapa kios yang   hanya menjual kayu  juga belum menutup usahanya.

Anisa, salah satu pemilik kios di sentra ini mengaku, telah berjualan di lokasi itu sejak tahun 1995. Di kios seluas 6 x 8 m tersebut, ia menjual beraneka jenis kayu dan merakit berbagai furnitur rumah, peralatan sekolah dan kantor.

Anisa mengaku ia memang lebih banyak membuat produk furnitur daripada sekedar menjual kayu bahan baku. “Kami lebih sebagai perajin furnitur ketimbang berjualan kayu,” ujar Anisa.

Furnitur yang dibuat di sentra ini cukup beragam. Misalnya ada meja komputer, lemari, kursi, kitchen set, rak sepatu, rak telepon, jemuran handuk, meja TV dan lain – lain. Anisa mengklaim, harga produk- produk furnitur yang dijual di sini relatif murah dibanding dengan yang dijual di toko-toko furnitur di tempat lain di Semarang.  Selain itu, konsumen bisa memesan model yang diinginkan. “Kami baru akan membuat barang kalau ada pesanan,” kata dia.

Harga produk yang dibuat Anisa  beragam. Meja komputer misalnya dijual dengan harga Rp 500.000 per unit, kitchen set seharga Rp 1,25 juta per m dan harga lemari berkisar Rp 350.000-Rp 750.000 per unit. “Harga sesuai dengan ukuran, bentuk dan tingkat kesulitan pembuatannya,” terangnya.

Anisa mengaku selalu  mendapat pesanan setiap hari. Untuk mengerjakan setiap pesanan, ia dibantu dua orang karyawan. Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet Rp 15 juta-Rp 30 juta.

Wasti, pemilik kios lainnya mengatakan telah berjualan di sentra ini sejak 2009. Kiosnya hanya menjual kayu, mulai dari kayu lunak sampai kayu keras. “Yang paling murah kayu lunak Rp 3.000 per batang dan yang paling mahal kayu keras Rp 80.000 per batang,” tuturnya.

Menjual kayu adalah pekerjaan sampingan bagi Wasti dan suaminya ketika ada waktu senggang. Setiap bulan omzet dia berkisar antara Rp 3 juta-Rp 5 juta.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/yuk-ke-pusat-furnitur-murah-di-semarang
Comments
Loading...