Kerajinan Furniture Lidi Kelapa sawit Di Labuhan Selatan

0 249

Kerajinan Furniture Lidi Kelapa sawit Di Labuhan Selatan

Di perumahan karyawan PTPP Lonsum Sei Rumbia Estate di Dusun 84, Desa Sei Rumbia, Kec. Kotapinang, sebagian besar penghuni kampung pergi bekerja, hanya beberapa ibu rumah tangga yang terlihat sedang beres-beres.

Di salah satu rumah di sudut kampung itu seorang pria terlihat sibuk memilah lidi di ruang tamu rumah yang disulap sebagai tempat kerja. Dialah Sudirman, pria yang selama empat tahun terakhir menekuni kerajinan lidi kelapa sawit.

Saat Waspada menyambangi kediamannya, pria kelahiran Nagan Raya tahun 1972 itu sedang membuat piring dari batangan-batangan lidi yang dijalin sedemikian rupa. Ayah dari enam orang anak ini baru saja mendapat orderan untuk membuat piring dan nampan. “Dulunya saya mengerjakan kerajinan furniture lidi sepulang kerja. Namun setahun terakhir PTPP Lonsum membebaskan saya dari pekerjaan dan disuruh fokus menekuni usaha ini. Jadi sekarang saya lebih leluasa mengembangkannya,” katanya.

Sudirman melakoni usaha pembuatan furniturer berbahan lidi sejak 2011 lalu. Keterampilannya mengolah tulang daun kelapa sawit itu dipelajari secara otodidak ketika berlibur ke Jawa Barat. Sejak saat itu, hampir setiap hari Sudirman menghabiskan waktu luangnya membuat kerajinan tangan sebagai tambahan penghasilan. “Awalnya saya lihat kerajinan lidi kelapa di Bandung. Saya kemudian belajar membuatnya dan mengkonversi bahannya dari lidi kelapa sawit, karena di Kab. Labusel banyak sekali kelapa sawit,” katanya.

Banyaknya tanaman kelapa sawit di daerah ini membuat Sudirman tidak begitu kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Setiap bulan Sudirman menghabiskan 150 ikat hingga 200 ikat lidi yang dibelinya dari pemilik atau buruh panen kebun kelapa sawit seharga Rp2.500/ikat.

Sebenarnya lidi kelapa sawit dapat diperoleh Sudirman secara cuma-cuma, toh biasanya lidi hanya menjadi sampah di kebun warga. Namun karena semangat ingin membangun bersama perekenomian masyarakat, Sudirman dkk, memutuskan untuk membeli lidi-lidi tersebut. “Sekarang buruh panen juga mendapat sumber penghasilan baru berkat kerajinan ini. Lidi kelapa sawit yang biasanya mereka buang kini kami beli,” katanya.

Cara Pembuatan Kerajinan dari Lidi

Proses pengerjaan kerajinan lidi yang dilakoni Sudirman terbilang sederhana, namun tetap mengutamakan kreatifitas. Sebelum diolah menjadi berbagai bentuk, batang lidi yang telah kering dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa daun yang masih menempel, agar tidak mudah busuk.

Setelah bersih, lidi kemudian disortir dan disamakan ukurannya, sehingga pengerjaannya nanti lebih gampang. Barulah kemudian batang lidi dibentuk sesuai dengan ukuran dan permintaan konsumen seperti piring, vas bunga, kotak tisu, nampan, bakul, lampion, dan benda lainnya. “Kalau sudah selesai baru dilakukan pengecatan,” katanya.

Ia mengaku, dalam sehari mampu membuat 25 unit kerajinan tangan. Barang-barang hasil kreatifitasnya itu dijual dengan harga berfariasi mulai dari Rp2.500 hingga Rp50 ribu, tergantung besar kecilnya ukuran dan tingkat kerumitan dari masing-masing produk. “Saat ini produk paling murah harganya tempat sendok, sedangkan untuk produk yang paling mahal lampion,” katanya.

Source https://kotapinang.wordpress.com https://kotapinang.wordpress.com/2015/02/07/kreatifitas-pengrajin-furniture-lidi-kelapa-sawit-di-labusel/
Comments
Loading...