Kerajinan Gagang Sapu Kayu Di Lampung

0 352

Kerajinan Gagang Sapu Kayu Di Lampung

Usaha pembuatan gagang sapu berbahan dasar kayu sisa tempat penggergajian masih terus dijalani oleh Sopari Rohman, warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Berbekal alat pemotong dan penyerut kayu menjadi gagang sapu, pemuda berusia 26 tahun tersebut menekuni usaha pembuatan gagang sapu disela sela waktunya sehari hari sebagai tenaga honorer di sebuah sekolah dasar negeri.

Meski sudah berjalan cukup lama namun ia mengakui permintaan konsumen khususnya pengrajin alat pembersih berupa sapu ini dalam beberapa bulan terakhir menurun akibat stok pengrajin sapu cukup banyak. Pengrajin sapu melakukan pemesanan batang gagang sapu dari Rohman berdasarkan jumlah bahan baku lain diantaranya ijuk pohon aren yang akan dirakit menjadi sapu.
“Gagang sapu yang saya buat merupakan bahan baku pembuatan sapu jenis ijuk sehingga menyesuaikan permintaan pengrajin dan pasokan baru diterima oleh beberapa pengrajin sapu di wilayah ini”terang Rohman saat ditemui Cendana News di tempat pembuatan gagang sapu miliknya.


Rohman menambahkan sebagai pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) pembuatan gagang sapu, dirinya hanya memanfaatkan limbah kayu gergajian mesin pemotong dari tempat pengolahan kayu gelondongan (panglong) yang mengolah kayu menjadi balken,papan serta palet. Produksi gagang sapu dilakukan bersama sang adik, Ipal, yang bertugas melakukan pengolahan gagang kayu sekaligus mendistribusikan ke pemesan. Bahan baku limbah kayu yang dipilih olehnya berupa kayu sengon, kayu salam, kayu melinjo serta kayu limbah panglong lain yang bisa dimanfaatkan.

Limbah kayu bahan baku gagang sapu dibelinya dari panglong rata rata sekali pemesanan mencapai 1.000 batang dengan harga per meter Rp.300rupiah. Setelah dilakukan pengolahan menggunakan mesin khusus di tempat berukuran 4 x 3 meter hasil produksi gagang sapu berdiameter 3 centimeter dijual ke pengrajin sapu dengan harga Rp.75ribu per 100 batang. Meski demikian seusai kayu diolah menjadi gagang sapu berbentuk bulat terkadang masih membutuhkan waktu lama untuk terjual.

“Kita simpan terlebih dahulu di gudang sebelum ada pesanan dari pengrajin dan inilah yang menjadi kendala bagi kami pemilik usaha kecil jadi harus memiliki pekerjaan sampingan”terang Rohman. Ia mengaku omzet usaha gagang sapu ternyata bisa meraih pendapatan hingga jutaan rupiah jika sedang banyak pesanan dari pengrajin sapu.

Source https://www.cendananews.com https://www.cendananews.com/2016/05/usaha-gagang-sapu-warga-di-lampung-terkendala-permintaan-pengrajin.html
Comments
Loading...