Kerajinan Gamelan di Ende, NTT

0 412

Kerajinan Gamelan di Ende, NTT

Adalah Yakobus Mbotu, pria kelahiran Ndungga, Ende, Flores Pria kelahiran 1966 ini adalah mantan napi pada Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Maumere pada tahun 1988 akibat menabrak seorang siswa di Kota Maumere.

Pria yang hanya berpendidikan sekolah dasar ini, tidak pernah berhenti bermimpi. Salah satu impian nyata yang masih dirajut hingga saat ini adalah membuat Gong dan gendang. Dua alat musik tradisional ini merupakan pekerjaan buronannya setiap hari.

Menurut informasi yang diperoleh, produksi gong dan gendang satu-satunya di Kabupaten Ende adalah miliknya. Sebelumnya, warga Ende-Lio memesan dua jenis alat musik ini di luar daerah Flores seperti Sumba, Bali dan Jogjakarta.

“Satu-satunya pembuatan gong dan gendang saya sendiri. Banyak orang meminta saya untuk mengikuti pelatihan, tetapi saya menolak itu karena saya sudah ada pengalaman waktu di penjara.”Kata Kobus.

Hal serupapun diakui istrinya, Elmalinda Rupa. Linda, demikian sapaan istrinya mengatakan, Pemerintah sudah berkali-kali mendatangi kediamannya untuk memprofil usahanya. Ia dan suaminya pun melayani pendataan tersebut.

Yakobus menggambarkan kesulitan not pada pembuatan gong. Untuk menentukan nada yang sesuai (do, re, mi, fa, sol, la, si,) membutuhkan waktu yang sangat lama. Lebih sulit lagi nada fa, la dan si. Mengatasi itu, ia menjelaskan perlu berhati-hati dan konsentrasi penuh mendengar not secara terus menerus. Kesalahan salah satu not, dapat mempengaruhi bunyi gong secara keseluruhan.

“Kesalahan satu nada dapat mempengaruhi yang lain. Jadi perlu hati-hati,”Pungkasnya.

Selama ini, pria berusia 49 tahun itu mengakui lebih mempelajari tentang bunyi not setiap gong. Mengatur not lebih sulit dibandingkan dengan pembuatan gong. Selain itu, bunyi gong juga dipengaruhi dari ukuran plat yang digunakan. Plat yang biasa digunakan untuk gong berukuran 1,2 milimeter dan 2 milimeter. Dua ukuran plat ini lebih mudah menentukan not dibandingkan dengan ukuran lain. Sebab, ketebalan dua ukuran plat tersebut sama dengan gong yang biasa digunakan dalam ritual adat Ende-Lio.

“Pilih plat itu harus sesuai karena sangat pengaruh bunyi not. Dua ukuran plat seperti itu biasa digunakan untuk gong disini. Kita juga ragu kalau salah menentukan plat,”Ujar ayah dua anak itu.

Ia menjelaskan pembeli biasa memesan terlebih dahulu sesuai dengan bunyi yang digunakan. Harganya berbeda sesuai dengan diameter gong dan ukuran plat. Ukuran 1,2 mm harganya sebesar 25 juta dengan jumlah 7 buah (satu set). Sementara ukuran 2 mm seharga 30 juta perset.

Source http://voxntt.com http://voxntt.com/2016/12/01/kobus-mbotu-mantan-napi-jadi-pengrajin-musik-tradisional-ntt/
Comments
Loading...