Kerajinan Gebyok Ukir Di Jepara

0 317

Kerajinan Gebyok Ukir Di Jepara

Desa Blimbing Rejo merupakan sebuah desa yang terletak di kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara. Desa yang berbatasan dengan Kabupaten Kudus ini ke Kantor Kecamatan berjarak kurang lebih 2 km, sedangkan jarak kekota kabupaten sekitar 27 km dengan jarak tempuh 1 jam.

Penduduk desa Blimbing Rejo adalah desa pengrajin Gebyok di Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, yaitu kayu ukiran yang digunakan untuk sekat antar ruang atau ditempatkan didepan sebagai pintu masuk rumah. Gebyok memiliki ukiran khas jawa dan dibuat dari kayu bermutu tinggi atau kayu jati.

Kualitas gebyok dikatakan baik tergantung pada jenis kayu yang digunakan, tingkat kerumitan ukiran atau ornamen dekorasinya serta ukuran gebyok. Daya tarik gebyok terutama ditentukan oleh keindahan detail ukirannya.

Untuk pembuatan gebyok ini membutuhkan modal yang lumayan besar mulai dari pembelian Kayu, menyewa para pekerja harian dan peralatan lengkap untuk mematah dan menghaluskan kayu serta biaya memotong kayu di kota Jepara, karena sampai sekarang untuk memotong kayu masih harus ke pemotongan kayu di Kota Jepara, karena di Blimbing rejo belum punya alat atau mesin untuk memotong kayu.

Terbuat dari kayu jati, gebyok ukir standar buatan perajin Blimbingrejo tersedia dalam berbagai ukuran. Ukuran terkecil biasanya setinggi 1,2 meter dengan lebar 2,5 meter. Dilengkapi pintu kupu tarung, sebutan untuk sebuah pintu yang terdiri dari dua daun pintu simetris, dijual dengan harga sekitar Rp. 2,25 juta.

Sedangkan yang besar bisa berukuran tinggi 2,7 meter dengan lebar 4 meter, umumnya dipatok  Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. “Harganya bervariasi, tergantung ukuran dan jenis ukirannya. Penyelesaiannya pun bervariasi antara satu hingga empat minggu.

Blimbing Rejo mulai ada pengrajin Gebyog ini sekitar tahun 1990an dimulai dari seorang warga Blimbing Rejo yang belajar ornamen ukir kemudian menerapkannya sebagai kerajinan gebyok dan menjadikannya profesi tetap dan kemudian menularkan keahliannya kepada warga sekitar untuk diajak bekerja sama. Saat ini jumlah perajin gebyok sekitar 90 dengan skala yang berbeda-beda.

Untuk memajukan kerajinan gebyok di Blimbing Rejo ini Bapak Sutoyo,S.Pd selaku Kepala desa telah membuat proposal untuk memohon bantuan kepada pemerintah Jepara dan juga akan menjadikan desa Blimbing Rejo ini sebagai Sentra Gebyok Ukir di Jepara.Kini sentra gebyok ukir Blimbingrejo butuh pengakuan sebagai salah satu sentra produk unggulan ukir milik Jepara.

“Alhamdulillah Pak Bupati sudah mengunjungi dan berkomunikasi langsung dengan perajin di desa kami, sebagai respon atas proposal permohonan bantuan modal yang kami ajukan. Kami lega karena setidaknya Pak Bupati menyatakan kesediaan Pemerintah Kabupaten Jepara memberi pembinaan, juga mengikutkan kami pada pameran-pameran yang difasilitasi pemkab,” kata Sutoyo.

Source http://kabarseputarmuria.com http://kabarseputarmuria.com/?p=4808
Comments
Loading...