Kerajinan Gelang di Jember

0 285

Kerajinan Gelang di Jember

Sebagai wanita desa yang tinggal di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jatim siapa sangka sosok wanita yang kelihatan sederhana dan lugu ini bernama Holisa Handayani bisa memperkerjakan ratusan orang wanita pengrajin aksesori wanita.

Kalung, anting  dan gelang wanita dari manik-manik dan batu yang berhasil diekspor ke Eropa dan Cina dengan omzet penjualan sekitar Rp 350 juta  sebulan. Penghasilannya ini sangat besar untuk ukuran desa. Sehingga tidak heran jika rumah yang ditempatinya paling megah di perkampungan Ledokombo, sekitar 30 kilometer sebelah utara Kota Jember.

Sebagai mantan TKW (Tenaga Kerja Wanita) selama tujuh tahun bekerja di negara Malaysia. Wanita berjilbab modern ini  pada tahun 2010 memutuskan pulang ke kampung halamannya di Kaki Gunung Raung untuk kembali seterusnya di tanah kelahirannya.

Awalnya wanita berdarah Madura yanghanya lulusan Sekolah Dasar ini karena pernah tinggal di Malaysia pintar berbahasa Inggris. Setelah pulang kampung dan berhenti menjadi TKW diajak saudaranya mencoba peruntungan di Bali. Holisa diajak  mencoba membuat kerajinan aksesori wanita dari manik-manik berupa kalung, anting dan gelang  wanita yang dijualnya di Kuta, Bali sebagai daerah tujuan turis asing. Ternyata lokasi toko nya benar-benar strategis dan dikunjungi banyak pembeli dari wisatawan asing karena harga aksesoris wanita yang dijualnya tergolong tidak mahal mulai Rp 15.000 sampai Rp 100.000. Kreasi kalungnya luar biasa tidak kalah dengan untaian kalung model buatan luar negeri yang dipajang di pusat perbelanjaan Jakarta. Penulis sampai membeli beberapa kalung ketika mendatangi rumah produksi kalungnya karena sangat menarik bentuknya.

Dari pembeli asal Eropa dan Cina yang secara tidak sengaja dipertemukan karena mereka berbelanja aksesorisnya di tokonya di Kuta, Bali. Akhirnya Holisa berhasil bertemu mitra dari negara asing yang mampu mengekspor hasil kerajinan tangan wanita Desa Ledokombo ini. Alhasil wanita-wanita di Eropa dan Cina sekarang ini banyak yang memakai kalung, anting  dan gelang buatan Kecamatan Ledokombo yang desanya sepi dan tenang ini

Holisa juga tidak pelit membagi ilmunya kepada orang lain. Farha Ciciek, Humas Tanoker Ledokombo memperkenalkan penulis dengan Holisa dan  dengan ringan tangan,  mengantar penulis ke kediaman Holisa karena rumahnya sering dijadikan sebagai tujuan wisata peserta pelajar outbond Tanoker Ledokombo untuk percontohan pembelajaran kerajinan kreatif pedesaan Kecamatan Ledokombo. Sehingga banyak anak-anak kota yang belajar merangkai manik-manik aksesori wanita di rumah Holisa.

Keuntungan bersih Holisa setiap bulan sekitar Rp 100 juta setelah dikurangi biaya produksi dan gaji pekerjanya. Suatu angka yang besar untuk hidup di pedesaan Ledokombo yang subur dan berhawa dingin. Tidak heran Holisa memiliki beberapa rumah,  sawah dan tanah hasil keringat tabungannya menjadi bisnis women atau wanita pengusaha. Untuk membayar gaji pekerjanya setiap minggu, Holisa harus menyediakan uang tunai Rp 60 juta untuk pembayaran mingguan. Jadi setiap bulan untuk gaji karyawan saja dia mengeluarkan biaya upah Rp 240 juta.

Source https://www.kompasiana.com https://www.kompasiana.com/asitasuryanto/wanita-desa-yang-beromzet-bisnis-rp-350-juta-sebulan_56a519362623bdf50b4d5a3e
Comments
Loading...