Kerajinan Gelang Monel Di Tulungagung

0 257

Kerajinan Gelang Monel Di Tulungagung

Ibadah haji tak hanya membawa berkah bagi pesertanya. Masyarakat yang mendukung perlengkapan ibadah haji juga kebanjiran untung. Salah satunya adalah H Subandi, pengrajin gelang monel. Sudah sejak tahun 2002 pria asal Tulungagung yang akrab dipanggil Bandi ini mengerjakan gelang monel untuk para peserta haji asal Jatim.

Pada musim haji 2007 lalu, sudah sejak 2 bulan sebelum haji tepatnya pertengahan Oktober 2007 Bandi mempekerjakan 15 karyawan lepas yang hanya dipekerjakan selama 2 bulan dalam kurun waktu Oktober hingga awal Desember 2007. Bandi diwajibkan menyelesaikan gelang haji tersebut sebanyak tak kurang 40.000 gelang sesuai dengan banyaknya peserta haji tahun 2007.

Dalam waktu 8 jam dalam setiap harinya, Bandi dan tim-nya mampu membuat 100 – 300 gelang haji. Keistimewaan gelang haji ini adalah bahannya yang terbuat dari monel sehingga tidak membuat iritasi kulit. Setiap gelang haji juga harus diukir nama masing-masing peserta haji, nomor urut haji, asal embarkasi daerah, nomor urutan kloter, nomor paspor, logo Pancasila, dan tulisan arab asal negara para calon jamaah haji (CJH). Sehingga untuk meminimalisasi kesalahan, Bandi dan ke-15 karyawannya memutuskan bekerja di area Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Bahan monel sendiri, didapatkan Bandi dari Jepara kemudian dibawa ke Tulungagung. Di sana bahan monel tersebut sudah dibentuk menjadi gelang. Di asrama ini gelang-gelang tersebut tinggal diukir nama masing-masing peserta haji.

Karena penulisan nama masing-masing peserta haji, nomor urut haji, asal embarkasi daerah, nomor urutan kloter, nomor paspor, logo Pancasila, dan tulisan arab asal negara para CJH tidak boleh salah dan tidak gampang hilang, tiap karyawan harus benar-benar teliti dalam membuat gelang. Untuk setiap gelang, Bandi mematok harga Rp 25 ribu. Biaya tersebut sudah dibebankan pada biaya haji masing-masing orang sehingga Bandi tinggal dibayar oleh departemen agama usai seluruh peserta haji resmi diberangkatkan.

Source http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id/2012/12/h-subandibekerja-sebagai-ibadah.html
Comments
Loading...