Kerajinan Gelang Tali Temali Di Solo

0 457

Kerajinan Gelang Tali Temali Di Solo

Indonesia memang dikenal sebagai salah satu negara kreatif penghasil aneka kerajinan. Produk kriya sampai perhiasan dan aksesori etnik serta unik banyak ditemukan di negeri ini. Setahun terakhir tren gelang tali warna-warni nan etnik muncul lagi di masyarakat, khususnya kalangan remaja dan anak muda.

Deva Handriyan, pemilik Bakul Gelang di Solo, Jawa Tengah pun mengakuinya. Ia tertarik terjun ke bisnis gelang tali karena hobi. Awalnya, Deva hanya iseng membuat pesanan teman-teman satu sekolahnya. Seiring berjalannya waktu, ia melihat ada peluang dari kreasi gelang tali ini.

Kreasi gelang tali ini, Deva jual dengan harga Rp 8.000 sampai Rp 90.000 per buah. Deva bilang, variasi harga tersebut tergantung pada motif dan tingkat kerumitannya. Semua gelang buatannya bermotif anyaman, berbahan prusik dan paracord, sehingga ukurannya lebih tebal dibanding gelang tali biasa. “Yang harga Rp 90.000 itu juga model anyaman, tapi pakai shuckle atau semacam penyambung gelang yang terbuat dari bahan metal,” jelas Deva.

Ia mengaku bisa menjual lebih dari 50 buah gelang tiap bulan. Bahkan, bila sedang ramai pesanan, penjualannya bisa menembus hingga 90 buah gelang per bulan. “Pelanggan datang dari berbagai kalangan. Awalnya mungkin hanya di Solo Raya dan sekitarnya. Lalu lama kelamaan merambah ke seluruh Pulau Jawa dan sekarang mulai ada pesanan di luar Pulau Jawa,” tuturnya.

Berkah kegemaran membuat kerajinan tangan unik juga dirasakan oleh Kartika Yuswadi, pemilik label Semoet Ketjil asal Yogyakarta. Semoet Ketjil berdiri tahun 2008. Ia memulai usaha tersebut dari kegemarannya membuat gelang tali. Kini, ia bisa mengail laba dari hasil kreativitasnya membuat gelang tali.

Beragam motif gelang ditawarkan oleh Semoet Ketjil. Ada yang polos dengan motif lingkaran kecil, ada juga gelang warna-warni, seperti merah dan kuning berselang-seling. “Saya juga menambahkan aksesori yang berbeda-beda biar makin menarik,” terang Kartika.

Tak disangka, produk gelang buatan Kartika dapat diterima masyarakat dan laris manis di pasaran. Produk handmade dipilihnya lantaran ada nilai tambah, yakni pada kelebihan dan kualitasnya sehingga menjadi usaha yang unik dibanding produk lain.

Semoet Ketjil membanderol harga jual aneka gelang mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 500.000 per buah. Harga tersebut tergantung pada bahan dan tingkat kerumitan gelangnya.

Semakin rumit, harganya juga bisa semakin mahal. “Sekarang kapasitas produksi Semoet Ketjil sekitar 1.000 – 1.500-an buah gelang tiap bulan,” papar Kartika. Ia mengaku dapat mengantongi omzet sampai Rp 10 juta per bulan.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mengikat-untung-dari-pesanan-gelang-tali-temali
Comments
Loading...