Kerajinan Gerabah Di Kampung Gethak

0 487

Kerajinan Gerabah Di Kampung Gethak

Kampung Gethak, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki potensi besar kerajinan gerabah. Hampir setiap rumah di kampung ini memiliki usaha gerabah, tetapi untuk mengembangkannya dibutuhkan pendampingan intensif.

Produk gerabah rumahan yang berkembang di RT 18, RT 19, dan RT 20 di RW 2 tersebut memiliki banyak jenis. Di antaranya, cobek, pot bunga, gentong, guci, dan tempayan. “Di sini, para pengrajin gerabah memiliki banyak kemampuan untuk memproduksi berbagai jenis produk gerabah,” ujar Sutrino, salah seorang pengrajin gerabah

.Keahlian membuat gerabah didapatkan warga kampung ini secara turun-temurun. Bahkan, Sutrisno, sudah belajar membuat gerabah sejak usia 12 tahun. Kala itu, yang paling banyak diproduksi di kampungnya adalah pot bunga.

Era tahun 1980-an, pembuatan gerabah untuk pot bunga berkembang pesat di desa ini. Pot bunga tersebut dikirim ke Kota Batu, yang memang menjadi sentra tanaman hias. Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, permintaan pot bunga berbahan gerabah semakin menurun.

Dia menceritakan, banyak pengrajin yang sempat gulung tikar akibat tergantikan dengan produk lainnya. “Awalnya ada sekitar 200 pengrajin di sini. Akibat sepinya permintaan pot bunga, akhirnya mereka gulung tikar. Tetapi banyak yang masih bertahan dengan membuat produk lain,” tuturnya.

Jumlah pengrajin yang bertahan dan masih aktif berproduksi mencapai sebanyak 180 orang. Rata-rata dalam sehari setiap pengrajin mampu memproduksi antara 150-300 biji gerabah berbagai jenis. Harga gerabah sangat bervariatif. Dia mencontohkan, untuk produk jenis cobek, ukuran terkecil dengan diameter 16 cm, harganya hanya Rp1.500/biji. Cobek gerabah diameter 18 cm, harganya hanya Rp1.700/biji. Sedangkan untuk ukuran paling besar, dengan diameter 18 cm, harganya Rp1.900/biji.

Untuk mendapatkan bahan baku, para pengrajin tidak mengalami kesulitan, karena bisa didapatkan dari desanya sendiri dan tetangga desa. Harganya Rp100 ribu untuk satu pikap. “Dari tanah liat sebanyak satu pikap tersebut bisa dibuat gerabah hingga sebanyak 2.500 biji,” ujarnya.

Source https://daerah.sindonews.com https://daerah.sindonews.com/read/1256136/23/menggairahkan-kembali-produksi-gerabah-di-kampung-gethak-1510280265
Comments
Loading...