Kerajinan Gerabah Di Mojokerto

0 993

Kerajinan Gerabah Di Mojokerto

Meski jaman semakin berkembang, namun berbagai gerabah rumah tangga yang terbuat dari tanah liat, masih kita jumpai di beberapa tempat di wilayah Mojokerto, maklum saja karena di Mojokerto memang ada sentra pembuatan gerabah tanh liat, yang usianya sudah puluhan tahun dan sampai saat ini masih eksis, yakni di Desa Mlaten, Kecmatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Meski jumlah pengrajinnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, namun beberapa pengrajin masih tetap memproduksi beragam kerajianan seni terakota atau gerabah rumah tangga, misalnya cobek, periuk, kendi, pot bunga, gentong, dll.

Ngataji warga Mlaten Puri salah satu pengrajin mengatakan dia sudah 20 tahun menekuni pembuatan gerabah dari tanah liat, dan meneruskan usaha dari sang ayah.

“Saya hanya meneruskan bisnis orang tua, mereka yang dulu merintis, katanya juga dari turunan, dulu banyak yang usaha pembuatan gerabah begini, tapi sekrang tinggal sekitar 40 pengrajin saja, soalnya sudah banyak beralih profesi kan sudah tidak seramai dulu” itu dikatakan Pak Ngataji.

Sementara itu Pak Abdulah salah seorang pengrajin gerabah yang lainnya mengatakan dia baru menghidupkan kembali kerajinan gerabahnya sejak tahun 1999.” Saya baru memulai tahun 1999, dulunya pernah terus sepi saya ganti usaha tapi sepi lagi akhirnya saya kembali membuat gerabah, dan Alhamdulilah ternyata lancar” demikian dikatakan Pak Abdulah saat di galerinya.

Dia mengaku bisnis gerabahnya tidak ada kendala dalam pembuatan, karena memang sudah berpengalaman dan sudah turun temurun, hanya saja untuk bahan tanah liatnya agak sulit, karena sudah harus di beli dari daerah lain.

Tentang market penjualannya sampai luar kota, Surabaya hampir semua pasar dia yang mensuplay, Pasuruan, Sidoarjo, Malang, Bangil dan lain-lain. Soal harga tidak terlalu mahal, cobek kecil yang belum dibakar dijual dengan harga Rp 2 rb, yang sudah jadi dijual dengan harga Rp 5 Rb, kendil Jamu Rp 20 rb, dll

Soal penghasilan cukup lumayan bahkan saat bulan Maulid Nabi, adalah saat panennya dia, karena banyak yang memesan, bahkan penghasilan bersihkan mencapai Rp 10 juta perbulan

Source http://www.majamojokerto.com http://www.majamojokerto.com/interview-index-detail/data/detail/51/5/Pengrajin-gerabah-dari-tanah-liat--manis-senyumnya--manis-juga-labanya
Comments
Loading...