Kerajinan Gerabah Di Ngadirejo

0 425

Kerajinan Gerabah Di Ngadirejo

Kandungan Bengawan Solo yang bisa dimanfaatkan adalah tanah liat yang ada di bantaran, juga pasir yang ada di dasar sungai. Sejak dulu, warga Desa Ngadirejo, Jawa Tengah terlatih memanfaatkan dua material tersebut sebagai bahan baku pembuatan gerabah.

Mencari pengrajin gerabah di Ngadirejo tidak sulit. Seorang warga menunjukan satu rumah dengan beberapa produk gerabah sejenis cobek dan wajan tertata rapi. Meski masih belum selesai tahap finishing, produk-produk tersebut sudah terlihat bentuk dan kualitasnya.


“Sejak kecil saya sudah terbiasa membuat gerabah dengan bahan tanah liat dan pasir bengawan, kemudian dicampur dengan tanah,” jelas salah satu pengrajin, Ngadirah di rumah produksinya.

Ngadirah, dan perempuan terampil lainnya di desa ini bisa menghasilkan aneka macam produk perkakas rumah tangga seperti cobek, wajan, daringan (sejenis gentong kecil tempat penyimpanan beras), dan jenis-jenis perkakas yang dibutuhkan rumah tangga.

Hasilnya cukup menjanjikan sebagai pemasukan tambahan. Apabila penjualan diserahkan kepada tengkulak mereka bisa meraup Rp1.400.000 perbulan, dan bisa mencapai Rp2.400.000 perbulan apabila mau menjual sendiri.

Ngasipah, pengrajin gerabah di desa yang sama mengaku bisa membuat segala jenis perkakas rumah tangga. Perempuan yang lahir 1971 silam itu sering membuat kerajinan sesuai dengan permintaan pasar. Selama ini permintaan terbanyak adalah gerabah jenis gentong, yang bisa dipergunakan sebagai wadah air, beras, atau tempat wudhu.

Gerabah buatan pengrajin Desa Ngadirejo tampaknya sudah berhasil memikat hati konsumen. Lantaran kualitas barang yang dihasilkan pengrajin, juga pengaruh dari bahan baku yang diambil. Kemudian satu bahan yang tidak kalah penting adalah campuran tanah dari dataran tinggi. Pengrajin harus membeli tanah campuran dari wilayah Kecamatan Grabagan dengan harga sekitar Rp750 ribu sampai Rp800 ribu untuk satu truk.

Semua bahan inilah yang menjadikan kerajinan gerabah Desa Ngadirejo berkualitas dan terkenal. Aneka jenis gerabah Ngadirejo tidak mudah pecah dan kepadatan tanah juga tidak mudah berubah, meskipun terkikis air.

Produksi gerabah terbaik ketika panas menyengat di musim kemarau. Saat itu, pengrajin bahkan bisa menghasilkan satu mobil pick up hanya dalam kurun waktu satu minggu. Produk itu lantas dikirim ke pasar atau ketempat pemesanan. Seperti yang berada di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.

Source http://bloktuban.com http://bloktuban.com/artikel-read.php/?show=6069-tangan-terampil-pembuat-gerabah-dari-bengawan-solo.html
Comments
Loading...