Kerajinan Gerabah Di Pemalang

0 262

Kerajinan Gerabah Di Pemalang

Ketua Paguyuban Siti Mulya, Suharno menyampaikan, pelatihan pembuatan gerabah sudah sering diikuti pelajar di Pemalang. “Peserta dapat mempelajari teknik membuat gerabah, termasuk bahan-bahan yang harus disiapkan,” katanya. Cara pembuatan gerabah itu menggunakan metode tradisional, yakni alat putar. Kemudian, tanah liat secara bertahap dibentuk menjadi gerabah.

Bagi yang belum pernah, cara ini tentu sangat mengasyikkan. Setelah bentuk yang diinginkan jadi, kemudian gerabah mentah melalui proses pembakaran. Alat pembakarannya juga sederhana, menggunakan kayu bakar dan dinding batu bata.

“Tingkat pelajar, tarifnya Rp 70.000 per jam dan sudah banyak yang ikut. Tapi, untuk umum, memang belum banyak,” katanya.

Menurut Suharno, ada sekitar 134 perajin gerabah yang tercatat secara resmi di paguyuban, yang menghasilkan ribuan gerabah dalam satu tahun. Para perajin gerabah mulai mengembangkan bisnisnya pada 1995. “Sebelum 1995, produksinya masih monoton sehingga tidak banyak dilirik. Tapi, sekarang sudah banyak dicari pasar,” kata dia, di rumahnya di RT 06 RW 08, Desa Plutan, Kabupaten Pemalang. Bentuk gerabah yang lebih kreatif, kata dia, membuat nilai jualnya semakin tinggi. Tidak sedikit dari produknya yang dipasarkan hingga Sulawesi dan Medan.

“Sejak tahun itu, produksinya terus meningkat dan banyak pemesanan. Terutama pada 2000 hingga 2005, penjualan gerabah sangat bagus bersamaan tren tanaman hias,” katanya.

Saat ini, model pot gerabah yang masih banyak diminati yang bertekstur kulit luar menyerupai pohon kelapa. Selain pot, dia juga menjual gerabah untuk menambah estetika taman. Gentong dari tanah liat itu, dimodifikasi menjadi air mancur.

Saat ini, dia membawahi empat orang perajin gerabah. Di sana, industrinya bersifat industri rumah tangga. Harga jual pot gerabah dilepas mulai Rp 5.000 sampai Rp 60.000 per buah. Pemasarannya, mayoritas masih berada di dalam negeri. Selain Kasongan, perajin juga tak malu belajar dari proses pembuatan gerabah dari Jakarta. Khususnya, dalam hal teknologi pembuatan yang sudah menggunakan beberapa peralatan modern.

Dia berharap, pemasaran gerabah dari Plutan yang apa adanya itu dapat terus berkembang. Termasuk, memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran. Anda yang berminat belajar membuat gerabah atau belanja gerabah, bisa berkunjung ke Kelurahan Pelutan, Kabupaten Pemalang.

Source http://radarriaunet.com http://radarriaunet.com/news/detail/6609/unik,-desa-di-pemalang-tawarkan-kursus-membuat-gerabah.html
Comments
Loading...