Kerajinan Gerabah Karya Nenek Difabel di Ngawi

0 352

Kerajinan Gerabah Karya Nenek Difabel di Ngawi

Cacat fisik tak menjadi halangan bagi seorang nenek asal Kabupaten Ngawi, untuk terus berkarya. Meskipun usia sudah senja, nenek yang tak bisa berjalan tersebut tetap setia menekuni pekerjaan membuat gerabah dari tanah liat.

Di rumah sederhana di Desa Karangasri Kecamatan Ngawi ini,  nenek Sikem bekerja membuat berbagai macam gerabah.  Meski tak bisa berjalan normal, karena kakinya mengalami kelainan  sejak lahir, Sikem mampu bekerja selayaknya  orang normal. Jemari tangannya bergerak dengan cekatan , membentuk tanah liat menjadi berbagai macam peralatan rumah tangga. Mulai dari layah hingga ajug-ajug. Berbekal ketekunan setiap hari ratusan gerabah berhasil diciptakannya.

Di kawasan tersebut, Sikem merupakan salah satu dari pengrajin gerabah tradisional, yang masih bertahan di tengah modernisasi. Berbagai gerabah  buatan nenek berumur 60 tahun tersebut, biasanya digunakan warga Ngawi untuk mendukung upacara adat.
“Dalam kesehariannya, dibantu oleh Muhamad keponakan yang masih kecil. Pelajar sekolah dasar ini, membantu untuk hal-hal yang tidak bisa dilakukannya, seperti menjemur gerbah dan membantu pembakaran,” kata Sikem pengrajin gerabah.
Menyadari keterbatasan fisiknya, sejak usia 10 tahun Sikem belajar membuat gerabah. Keterampilan tersebut membuatnya bisa hidup mandiri hingga usia senja. Semangat bekerja keras sikem, seharusnya bisa menginspirasi kita semua , untuk terus berkarya. Keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk bisa mandiri dan tidak menjadi beban bagi orang lain.
Source http://pojokpitu.com http://pojokpitu.com/baca.php?idurut=2122
Comments
Loading...