Kerajinan Gerajen Craft Di Solo

0 343

Kerajinan Gerajen Craft Di Solo

Lukisan serbuk kayu. Nama galerinya, Gerajen Craft. Kalau mulainya Gerajen craft itu 2004. Waktu itu sudah mulai cuman belum lukisan. Jadi masih produk-produk stasionary seperti itu. Seperti foto frame, tempat pensil, itu kemudian untuk lukisan mulai 2006.

Sutrisno mengatakan warna itu belum populer, karena waktu itu memang senang. Media sebelumnya pakai cat minyak dan sebagainya. Kemudian  coba-coba dari serbuk gergaji, terutama dari limbah, itu untuk produk-produk stasionary  coba untuk melukis karena waktu itu memang belum ada, belum populer. Disamping itu memang medianya gampang didapat.

Kalau untuk prosesnya sebenarnya lebih rumit untuk 2 kali kerja. Kalau untuk melukis biasa mungkin kita tinggal goresan kuas ke media. Udah jadi bisa dinikmati. Kalau itu dibuat polanya dulu, sketsa gelap dan terang, baru kemudian kita pakai teknik kolase. Kita taburkan, kita tempel pakai lem kayu. Jadi memang 2 kali kerja.

Kalau untuk kayunya memang tidak tertentu kayu apa, kayu apa. Sembarang serbuk. Asal itu dari limbah penggergajian kita pakai.

Kalau tokoh yang pernah di buat itu, tokoh-tokoh fenomenal yah, seperti pahlawan, kemudian presiden-presiden, kemudian ada lagi musisi, seperti John Lennon, Gesang. Banyak pokoknya tokoh-tokoh fenomenal yang kira-kira kita anggap banyak menggemari, gitu aja.

“Saya cuman pakai nomor wa, kemudian nanti misalnya di luar kota itu tinggal kirim lewat WA. Saya kirim, pembayarannya transfer. Gitu aja, itu sudah cukup.” ujar Trisno.

Kalau waktu awal-awal mungkin kita kesulitan untuk memunculkan warna. Karena serbuk gergaji ini dalam pewarnaannya cenderung mendem. Warnanya enggak bisa keluar. Dari proses dan kemudian coba-coba, kita temukan teknik yang bisa memunculkan warna itu karena disitu warna dasar  memang tampilkan. Jadi tidak semua tertutup oleh serbuk, cuman ada warna-warna dari media yang masih muncul untuk warna dasarnya.

Sutrisno mematok harga, kalau sekarang itu mungkin 1 foto 300, ukuran 30-40. Kalau di awal dulu lebih murah yah. Tapi sekarang, mungkin pasar sudah bisa menerima karena kualits-kualitas kita melalui proses yang panjang dan kita jamin seperti jamur itu sudah bisa kita atasi.

“Saya tinggal di Nao Timur, RT 4, RW 18, Nusukan, Solo. Kemudian Facebook saya, Gerajen Solo, mungkin bisa dilihat di Gerajen Solo, Facebook. Untuk nomor telepon dan WA itu 0856-4740-4748.” Katanya

Source http://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com http://rakyatjelataindonesiarajin.blogspot.com/2018/03/sutrisno-pemilik-gerajen-craft.html
Comments
Loading...