Kerajinan Gift Box Di Surabaya

0 208

Kerajinan Gift Box Di Surabaya

Dengan bermodal uang pesangon sebesar Rp 7.500.000 yang Elita Sari dapatkan saat memutuskan berhenti dari kantor lamanya, akhirnya mulailah alumnus SMAN 2 Surabaya ini berwirausaha. Namun, lantaran belum berjodoh dengan usaha yang digelutinya itu ia pun harus berkali-kali berganti usaha mulai membuat kerajinan dari enceng gondok, jualan daster batik yang diambil dari Jateng hingga menjual aneka kue kering. Tahun 2005, saat uang pesangonnya sudah menipis, barulah ia menemukan jatah rezekinya dengan membuat gift box seperti saat ini.

”Awalnya saya beli buku-buku kerajinan membuat kotak. Terus coba-coba membuat. Waktu itu uang sudah tinggal 50 ribu saja. Saya buat kotak tisu dan kotak-kotak kado yang saya titipkan di toko buku dan minimarket begitu. Jualnya dengan cara konsinyasi. Tetapi, lama-lama cara berjualan seperti ini ada kelemahannya juga. Model kotaknya suka dibajak orang. Padahal, membuat kotak itu yang rumit kan hitung-hitungan ukurannya. Kalau kita sudah membuat kotak dengan desain baru, tiba-tiba aja ada yang membajaknya dan menjualnya dengan harga rendah kita kan jadi rugi juga,” imbuhnya.

Kenyataan ini membuatnya memutar otak mencari strategi penjualan baru. Penjualan secara langsung dengan sistem putus pasti lebih menguntungkannya. Dengan seringnya ia mengikuti pelatihan yang dibuat oleh Dekranas Surabaya, Desperindag, hingga Dinas UKM, Elita jadi mendapatkan banyak masukan tentang bagaimana cara menjual kotak buatannya tersebut. Sasaran yang ditujunya kini adalah rekan-rekannya sesama pelaku UKM. Ia pun berlaku seperti penjahit, siapa yang mau pesan kotak bisa berbelanja sendiri bahannya dan Elita hanya akan menentukan ongkos pembuatan saja.

Di rumahnya yang beralamat di jalan Ketabang Ngemplak no 30 Surabaya itu kini Elita dibantu 4 orang saudaranya yang membantunya membuat box kemasan. Ia memberi nama handycraft buatannya itu dengan label Ondomohen. Nama itu ia ambil lantaran Ondomohen adalah nama kawasan tempat ia tinggal tersebut. Harga jual box paling murah seharga Rp 7.000 berupa tempat box aksesoris. Sedangkan kotak paling mahal berupa box peningset lamaran, pesanan dari seorang beretnis China yang per biji harga kotaknya mencapai Rp125.000. Soal modal, Elita mengaku tak mengalami kesulitan. Sebab sebelum seseorang pesan dibuatkan kotak kemasan ia sudah meminta DP sebanyak 50%.

Source http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id http://bekerjamerdeka.blogspot.co.id/2012/12/elita-sari-anggarini-memulai-bisnisnya.html
Comments
Loading...