Kerajinan Gitar Bono Di Riau

0 117

Kerajinan Gitar Bono Di Riau

Dimulai dari kecintaannya terhadap musik saat mengambil jurusan seni drama, tari dan musik (Sendratasik) pada masa kuliah tahun 2007 silam, Robithah Irawan pelan-pelan menemukan hasratnya untuk membuat alat musiknya sendiri. Khususnya alat musik musik petik, yakni gitar yang kini diberinya merek Bono Guitar.

Pria yang akrab disapa Robi itu menceritakan, pada semester ujung perkuliahan, ketika ia mempelajari mata kuliah akustik organologi, saat itu diajarkan cara membuat alat musik tradisional gambang.

Semakin bulatlah tekatnya untuk dapat membuat alat musik sendiri.

“Selain itu saya ingin punya gitar klasik yang bagus, cuma harganya tinggi, mau beli nggak sanggup, makanya belajar membuat,” kata alumni mahasiswa Universitas Islam Riau di tempat workshopnya, Perumahan Kualu Raya Permai, Jalan Kubang Raya, Kabupaten Kampar.

Usahanya sebagai pengrajin alat musik mulai dirintis tahun 2013. Setahun pertama ia mempelajari segala macam teori dari internet maupun buku paduan menjadi master pembuat gitar. Awal 2014 ia membuat gitar pertamanya.

“Tapi dahulu masih banyak kendala mulai segi wawasan maupun bahan baku. Cuma sekarang sudah cukup lancar,” katanya.

Tidak main-main, untuk membuatnya, Robi memilih bahan kayu terbaik. Pada leher gitar digunakan kayu mahoni. Untuk body depan gitar tidak ada kompromi, ia hanya menggunakan kayu spruce dari Kanada.

“Tak ada kompromi. Harus pakai bahan ini yang dibeli dari supplier yang ada di Bandung,” katanya sambil menjelaskan bahwa tidak ada kayu di Indonesia yang bisa menandingi suara yang dihasilkan dari kayu spruce  tersebut.

Agar mempunyai ciri khas, Bono Guitar diberi motif melayu atau motif tenun melayu. Pada pinggiran body dan sisi lobang guitar, sehingga ada nuansa khas Riau.

Source http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/01/11/berawal-dari-gitar-bono-pengrajin-alat-musik-asal-riau-ini-mulai-kebanjiran-orderan http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/01/11/berawal-dari-gitar-bono-pengrajin-alat-musik-asal-riau-ini-mulai-kebanjiran-orderan
Comments
Loading...