Kerajinan Gong Di Mojolaban

0 258

Kerajinan Gong Di Mojolaban

Alat musik gong adalah satu khazanah musik tradisional Indonesia yang hingga kini masih kerap digunakan dalam sejumlah pertunjukan musik karawitan. Namun siapa nyana, produksi gong di tempat asalnya, Indonesia, sudah sulit untuk ditemukan. Di Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, sejumlah orang masih bertahan menjaga. Mereka tak hanya memproduksi, semangat mereka tetap menyala demi melestarikan peninggalan budaya. Dari dalam sebuah rumah yang menjadi bengkel tempat gong diproduksi, api membara, membakar gong yang telihat sudah terbentuk.

Gong merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari logam. Dalam budaya Jawa gong merupakan sebuah alat musik yang menjadi bagian dari seni karawitan. Alat musik ini biasanya digunakan sebagai tanda permulaan dan akhiran gending atau lagu yang memberi rasa keseimbangan setelah irama gending yang cukup panjang. Ketika membuatnya dibutuhkan kerjasama para pembuatnya.

Pembuat gong kini mulai sulit ditemui. Generasi saat ini lebih memilih menggunakan instrumenmdigital, pengganti suara gong yang sesungguhnya. Meski begitu, para perajin gong di Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, masih terus memproduksi alat musik tradisional tersebut.

Salah satu perajin gong, Supoyo, mengaku membuat gong tak sekadar untuk memenuhi kebutuhan. Baginya melestarikan budaya menjadi yang utama. Meski dijuluki sebagai sentra industri gong, Wirun hanya memiliki 10 perajin.

Saat ini, banyak perajin memilih untuk menutup usahanya dengan alasan biaya produksi yang mahal. Pesanan gong saat ini tak seperti tahun-tahun lalu, gong sudah tak lagi diminati. Anak muda pun lebih memilih menggunakan instrumen digital, gong seakan sudah berdiri di akhir zaman. Ketika permintaan akan gong di tanah air menurun, gamelan justru diekspor ke Malaysia, Jerman, Korea Selatan, Australia, Jepang dan Taiwan. Di pasar lokal, Bali masih menjadi pangsa pasar bagi penjualan gong asal Mojolaban.

Pembuatan gong pun masih sangat tradisional dan dikerjakan dengan tangan manusia tanpa bantuan alat modern. Pembuatan gong biasanya dikerjakan delapan orang hingga sepuluh orang. Proses pembuatan gong cukup lama, biasanya dimulai dengan memasak bahan baku  pembuat lempengan dari timah dan tembaga. Setelah tembaga meleleh, cairannya dmasukkan kedalam cetakan.

Tak sembarangan, membuat gong tidak hanya sekedar menyetak plat dari cairan tembaga. Para perajin juga harus paham not yang menjadi patokan dalam melaraskan nada gong dan perangkat gamelan lainnya. Tak takut dengan zaman yang bergerak, mereka para perajin gong di Mojolaban, Sukoharjo menjadi penjaga terakhir dari alat musik yang menjadi harta budaya bangsa ini.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/media/galeri-foto/balada-pembuat-gong-di-mojolaban
Comments
Loading...