Kerajinan Gorden Di Doloksanggul

0 126

Kerajinan Gorden Di Doloksanggul

Doloksanggul. Masih melekat di benak Celina Sitorus (42), dampak krisis moneter tahun 1998. Saat itu, masih ia masih menyandang status jomblo. Ia merupakan salah satu pekerja dari ribuan buruh yang harus dirumahkan  karena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Bengkel Gorden di Jalan Siborongborong Kecamatan Doloksanggul. Ternyata, berkat kegigihan Sitorus belajar di bidang usaha gorden lengkap dengan interior dan dekorasi gorden, membulatkan dirinya menjadi pengusaha gorden diawali menjadi anggota di salah satu pengrajin gorden di Medan.

“Saya berpikir, bahwa lebih enak jadi pengusaha gorden ketimbang jadi anggota, kenapa harus takut dengan risiko yang muncul sebelum mencobanya,” katanya.

Berselang beberapa tahun kemudian, ia memulai usaha keluarga, ketika itu Sitorus bersaudara bahu-membahu untuk mandiri, dengan menyewa salah satu tempat di pusat kota Medan, dengan harapan menguji peruntungan di usaha gorden.

“Kita dalam bisnis ini, tidak coba-coba, pengalaman beberapa tahun di dunia gorden, kita sudah tau bentuk usaha ini dengan peluang bisnisnya,” katanya.

Belajar dengan otodidak, belajar dari pengalaman sendiri menjadi modal utama untuk membuka usaha. Tidak tanggung tanggung, 5 bersaudara keluarga Sitorus, mengeluti usaha gorden tersebut, dan mereka berpencar di berbagai daerah.

“Kami satu keluarga, bergelut usaha gorden, ada di beberapa kabupaten kota di Sumut. Kalau dikatakan keahlian interior gorden ini, sama sekali bukan warisan bakat orang tua kami,” kata bapak anak empat tersebut sembari tersenyum.

Selama menekuni usahanya ini, pasang surut dalam dunia usaha sudah kenyang ia jalani. Hingga kini usahanya berkembang cukup pesat dengan memiliki cabang di Tapanuli Utara dan kabupaten Humbahas.

Kondisi yang dihadapi saat ini, tidak dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar dollar ke rupiah, akan tetapi masalah yang dihadapi saat ini, karena sepi pesanan. “Yang mempengaruhi pesanan gorden, erat kaitannya dengan penghasilan dan pendapatan daerah tersebut,” katanya.

Yang mengetahui dan suka dengan interior gorden, tentu yang yang sering kita layani adalah mereka mereka dikelompok penghasilan menengah keatas.

“Alasannya, karena barang gorden ini sering dipesan oleh mereka yang punya uang dan ketika mereka bangun rumah untuk dipasang gorden, dan itu pun tidak bisa dipastikan dalam berapa tahun konsumen akan mengganti gorden di rumahnya,” katanya, seraya bertanya kepada MedanBisnis,” apakah akan pesan gorden, atau hanya nanya-nanya saja, kilahnya sedikit canda.

Selama beberapa tahun bekerja sebagai tukang gorden, masih tetap memaki prinsip pembuatan gorden sesuai dengan pesanan. Artinya, belum berani melakoni sistem stok barang, karena konsumen setiap melakukan pemesanan berdasarkan materi atau corak yang dilihatnya dari berbagai media, sehingga barang pesanan mengikuti tren atau berubah ubah.

Masyarakat konsumen umumnya sudah mengetahui harga dari besar ukuran gorden tiga kaca nako, memasang tarif dari Rp 900 ribu sampai dengan Rp13,5 juta. Yang harus diperhatikan, adalah kualitas barang pesananan sesuai dengan kualitas kain yang di order oleh pihak konsumen. Artinya omzet tetap dipengaruhi oleh daya beli masyarakat. Umunya peningkatan pesanan terlihat pada jelang natal dan tahun baru, dan pada bulan janurai hingga july tergolong sepi

Persaingan cukup ketat sesama pengusaha gorden, harapan untuk bertahan untuk tidak gulung menggulung tikar adalah prinsip yang harus dipertahankan dengan perjuangan keras agar tidak jatuh pada level kebangkrutan.

“Persaingan harga dan kualitas dengan produk-produk dari luar negeri dan toko toko besar gorden, menjadi ancaman mematikan terhadap pasar gorden yang saya geluti saat ini, karena persaingan harga dan interior,” katanya.

Pada kondisi saat ini, ia sudah mempekerjakan empat orang karyawan untuk membantu pengerjaan pesanan. Sedangkan untuk sistem pesanan bahan baku kain dan interior dari gorden, sistim yang kita bangun dengan melalui pesan dari berbagai media.

Source http://www.medanbisnisdaily.com http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/11/01/324682/celina-sitorus-lirik-usaha-gorden/
Comments
Loading...