Kerajinan Handicraft Bumerang Di Bondowoso

0 285

Kerajinan Handicraft Bumerang Di Bondowoso

Bermula hanya iseng untuk berbisnis pembuatan kerajinan tangan (handicraft), kini Andre Trinanda Kusuma, sukses di bidang tersebut. Bahkan, produk handicraft  produksi warga Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, sudah diekspor ke Australia. “Awalnya sih iseng saja, ada teman baru pulang dari Bali, dan datang ke rumah, lalu ngajak bisnis. Karena bingung, akhirnya iseng saja buat handicraft untuk dikirim ke Bali,” kenangnya, Dengan berbekal kemampuan seadanya, Andre yang menggeluti usaha ini sejak tahun 2011 itu, kemudian membuat kerajinan tangan untuk dibawa ke Bali.

“Saya akhirnya buat 10 biji dulu, lalu saya bawa ke Bali. Waktu itu saya buat handicraft berupa bumerang, karena akan dikirim ke Australia,” katanya. Jalan Andre membangun usaha tersebut tidak mulus, sebab, selama empat bulan lamanya, tidak ada kabar dari Bali, apakah produk yang dia titipkan laku atau tidak. “Waktu itu saya nunggu hingga empat bulan, karena lama akhirnya saya menghubungi distributor di Bali, tanya apakah barang saya laku atau tidak. Ternyata begitu ditanya, barang saya tidak laku karena kualitasnya kurang baik,” ungkapnya. Andre pun memperbaiki kualitas produknya supaya bisa dilirik oleh pembeli.

“Saya tidak menyerah, karena hanya persoalan kualitas saja. Akhirnya saya perbaiki, dan saya kirim lagi ke distributor itu. Waktu itu saya hanya buat lima biji saja, khawatir tidak laku lagi,” kata dia. Akhirnya, kerja keras Andre membuahkan hasil, sebab banyak wisatawan mancanegara terutama dari Australia yang menyukai produknya. “Waktu itu saya langsung dikontak distributor di Bali, dan langsung order cukup banyak. Waktu itu order pertama saya cukup besar yakni Rp 70 juta. Kaget saya, karena cukup banyak juga, apalagi pemula seperti saya,” sebutnya.

Tawaran tersebut dikerjakan dalam waktu dua bulan, karena jumlahnya cukup banyak, mencapai 10.000 handicraft. “Alhamdulillah, setelah pesanan tersebut, ternyata pesanan terus mengalir sampai sekarang. Handicraft yang saya buat khas Australia, karena identik dengan suku Aborigin, misalnya bumerang, kemudian alat musik, tempat gelas dan botol,” ucapnya. Seluruh handicraft yang saya buat langsung diekspor ke sana (Australia) oleh distributor saya,” tambah dia. Andre mengaku dirinya terus mengembangkan usaha tersebut dengan membuat sejumlah terobosan dan menjaga kualitas.

“Alhamdulillah, saat ini saya bisa membantu tetangga, teman, dengan ikut bersama- sama bekerja disini. Total ada 20 orang yang kerja di sini,” ucapnya. Baca juga: Mahasiswa yang Raih Omzet Hampir Rp 1 Miliar Per Bulan Jadi Inspirasi Sementara, pembina rumah industri kreatif Bondowoso, Sinung Sudrajat, mengatakan, sebenarnya Kabupaten Bondowoso memiliki banyak industri kreatif, yang butuh sentuhan dan pendampingan dari pemerintah setempat. “Terbukti, produk handicraft milik Mas Andre ini mampu tembus ke pasar mancanegara,” katanya.

Selain handicraft, industri kreatif lain yang saat ini sedang berkembang di Bondowoso adalah batik. “Motif batik Bondowoso cukup kaya dan sangat beragam. Banyak wisatawan asing yang datang kesini, dan mereka membeli batik khas Bondowoso,” ucapnya. Untuk itulah, Sinung berharap kepada pemerintah daerah, untuk lebih serius mengawal produk lokal Bondowoso, dan ikut memasarkan ke luar. “Mereka harus di-support terus, jangan dibiarkan. Apalagi sudah berkembang seperti sekarang, tentu akan membawa hari nama Bondowoso,” sebut dia,

Source https://regional.kompas.com https://regional.kompas.com/read/2017/06/14/12120001/bermula.iseng.kini.andre.bisa.pekerjakan.20.orang
Comments
Loading...