Kerajinan Handicraft Dari Bahan Bekas Di Solok

0 212

Kerajinan Handicraft Dari Bahan Bekas Di Solok

Andika Alfa tak pernah menduga tumpukan barang bekas miliknya akan mengubah hidup. Siapa sangka, dari barang yang dipandang banyak orang sebelah mata itu, dia justru bisa mendatangkan uang jutaan rupiah. Dia juga menuju pentas nasional mewakili Sumbar.

Sejak pertengahan tahun 2014, Andika Alfa mulai membuat kerajinan tangan bermodalkan barang bekas, seperti tempurung kelapa, kaleng minuman dan seng bekas, ijuk, batok pisang (kerisik pisang), triplek, karton jerami, les frame foto, dan lidi sate, untuk membuat miniatur rumah gadang. Ia membuat di rumahnya sendiri yang berlokasi di Solok Selatan, Sumatera Barat.

Miniatur rumah gadang buatan Andika berukuran 80 cm x 40 yang membutuhkan waktu pembuatan selama 5 hari. Dipasarkan dengan harga senilai Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk ukuran 130 cm x 30 cm menghabiskan waktu seminggu dengan nilai jual Rp1,5 juta. Sedangkan jenis rumah gadang rangkiang berukuran 20 cm x 6 cm, butuh waktu sehari dan dijual Rp 200 ribu.

Andika menuturkan karya kerajinan tangannya juga pernah dilombakan saat lomba handicraft yang diselenggarakan RRI Padang pada Agustus lalu. Pada lomba tersebut, dia meraih juara pertama.

Selain memiliki kemampuan membuat miniatur rumah gadang, Andika juga ahli membuat kaligrafi dan menciptakan miniatur monster dari besi atau baja bernilai jutaan rupiah. Karya berbentuk Air Terjun Tansi Ampek juga bisa dibuatnya dari kaleng minuman bekas. Dari tempurung kelapa bisa dibuat kerajinan berbentuk ikan, kupu-kupu dan lainnya.

Sedangkan kaligrafi dibuat dari kayu jati. Selain mudah diukir, kesannya akan kelihatan bagus disbanding menggunakan kayu jenis lainnya. “Saya memilih miniatur rumah gadang karena sesuai dengan ikon wisata daerah. Alhamdulillah, kini sudah banyak peminatnya,” sebut alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang itu.

Pria yang pernah menempuh pendidikan di SD 05 Ayia Daliak, SMP 1 Pantai Cermin, SMAN 1 Pantai Cermin bercita-cita akan membuat miniatur rumah gadang panjang di Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batanghari dengan atap 15 gonjong dan 21 ruang. “Miniatur rumah gadang panjang ini, bisa menghabiskan waktu sebulan,” katanya.

Terpisah, Kepala Disperindag Solsel Akhirman menjelaskan, apa yang sudah ditorehkan Andika dapat mengangkat nama baik Solsel di tingkat nasional. Dia berharap akan banyak munculnya anak muda lainnya yang mampu berkarya. Dengan begitu dapat menjawab tuntutan dan tantangan ekonomi jangka panjang bagi mereka.

“Ini tahun pertama bagi anak muda Solsel menunjukan karyanya di tingkat nasional. Dia akan bersaing dengan perajin lainnya di Indonesia. Untuk itu, kita berharap sisi desain dan motif diperhalus dan diperdalam lagi. Sehingga lebih menyentuh hati dan menjadi daya tarik penilaian di tingkat nasional“ tukasnya.

Source https://www.solselkab.go.id https://www.solselkab.go.id/post/read/1401/andika-alfa-perajin-handicraft-di-solok-selatan.html
Comments
Loading...