Kerajinan Hanger Kawat Di Tulungagung

0 301

Kerajinan Hanger Kawat Di Tulungagung

Joko Ibrahim, yang memiliki usaha pembuatan gantungan baju atau hanger. Joko memulai bisnisnya tiga tahun lalu. Saat dia resah setelah beberapa kali pindah kerja. Sebenarnya, soal jabatan dalam kerja, Joko bisa mendapat posisi manager di sebuah proyek properti yang diraihnya tak kurang dari dua tahun. Namun kegemilangan karir ini tak membuat Joko berhenti berusaha. Joko justru banting setir membuat usaha sendiri.

Pada 2007, Joko melihat gulungan kawat yang menumpuk di desanya, Ngunut, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. Karena banyaknya kawat ini, dia terobsesi membuat sesuatu yang berguna. Pikiran kreatif akhirnya menemukan kawat itu dijadikan hanger atau gantungan baju.

Coba-coba, akhirnya hanger itu jadi. Tak seberapa banyak, saat ia bikin kali pertama. Ia hanya mengandalkan keluarga dan tenaga sendiri yang waktu itu sudah memilih mengundurkan diri dari perusahaan properti. Dengan modal Rp 10 juta yang digunakan untuk membeli kawat, bahan baku hanger, dan bahan kimia yang digunakan untuk mewarnai hanger kawat yang baru saja dibentuk hanger.

Mulanya, ia memasarkan di pasar-pasar sekitar desanya. Dengan harga yang relatif murah, gantungan baju dari kawat ini dia pasarkan Rp 8.000 per lusin. “Ini produksi awal yang kami buat,” kata Joko.

Setelah banyak pesanan, Joko pun tak mampu hanya mengandalkan tenaga keluarga. Dia lalu merekrut lima karyawan, tiga orang bertugas membentuk hanger dari potongan dan kawat. Satu karyawan lain, melapisi hanger dengan bahan kimia (proses chrome), serta satu karyawan lain bertugas menata dan membungkus hanger yang sudah jadi.

Setelah di kenal di pasar Ngunut, Joko akhirnya melebarkan sayap dengan memasok ke beberapa daerah sekitar Tulungagung. Setelah dikenal, pembeli akhirnya mendatangi rumah Joko.

Joko pun, kini tak hanya membuat hanger biasa. Dia juga membuat hanger yang lebih murah dengan menggunakan kawat yang lebih kecil. Biasanya, hanger jenis ini dipasarkan pada perusahaan-perusahaan jasa cuci pakaian (laundri).

Tak hanya itu, ia juga membuat gantungan baju yang berasal dari kayu. Produk ini dijual Rp 42 ribu per lusin. Sedangkan hanger laundri hanya Rp 6.600 per lusin.

Source https://www.viva.co.id https://www.viva.co.id/berita/bisnis/64312-berawal-kawat-bekas-jadi-bisnis-ratusan-juta
Comments
Loading...