Kerajinan Hewan Kayu Ukiran Solder Di Cikole

0 123

Kerajinan Hewan Kayu Ukiran Solder Di Cikole

Di rumah yang terletak di Kelurahan Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sejumlah karyawan terlihat dengan cekatan membentuk miniatur hewan yang diinginkan, baik jenis dan ukurannya, dengan menggunakan bahan kayu lame atau pule.

Setelah terbentuk, miniatur hewan tersebut nantinya diraut dan diampelas sampai halus. Kemudian dijemur atau dioven agar kadar air dan getahnya hilang supaya kayu tidak mudah rusak. Kemudian bentuk tersebut diberi obat kayu khusus untuk melindungi produk dari rayap dan kutu sebelum diberi garisan bulu sesuai dengan aslinya.

Sementara itu, sejumlah karyawan lain di ruang yang berbeda tampak asyik mengukir miniatur hewan seperti harimau, bebek, kura-kura, burung hantu, dan kuda berbagai ukuran yang telah dikeringkan, dengan menggunakan solder. Ini uniknya. Karena diukir dengan menggunakan solder, hasilnya miniatur hewan-hewan itu seperti berbulu.

Bulu-bulu yang terbentuk itu dihasilkan melalui adanya daya hantar panas sehingga mengalami perubahan dan warna yang dihasilkan secara alami. Tidak ada proses pewarnaan pada ukiran tersebut.

Dari tangan-tangan kreatif inilah, miniatur hewan ukiran kayu menggunakan solder bisa menghiasi sejumlah gerai di Bandara Soekarno Hatta dan kios di Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu dengan omzet puluhan juta rupiah per bulan.

Iwan Herawan ini juga dikenal sebagai “Iwan bebek” karena ketika ia usaha yang dimulainya pada 2010 adalah membuat kerajinan kayu berbentuk bebek dengan menggunakan kayu lame atau pule yang hanya ada di Subang.

Kayu tersebut biasanya digunakan juga untuk membuat kerajinan wayang golek. Kayu itu mempunyai daya tahan yang cukup lama.

“:Karena menjadi bahan baku kerajinan yang laku di pasaran, nilai kayu Pule meningkat. Tadinya gak ada nilainya, sekarang dijual seharga Rp500.000 per kubik. Usaha kerajinan ini berdampak positif pada petani kayu,” katanya.

Dari awal usaha dengan modal awal sebesar Rp150.000, semuanya seperti berubah setelah Iwan bertemu dengan Bank BNI saat ia ikut pameran di Gedung Sate karena menjadi juara Produsen Produk Kreatif Se-Jabar dan Bandung Barat.

Saat ini usahanya secara rutin memenuhi pesanan “reseller” di Bandara Soekarno Hatta yang nilainya mencapai Rp30 juta per bulan. Juga di floating market sebesar Rp30 juta per bulan.

Itu belum termasuk eceran di gerainya di Tangkuban Perahu yang rata-rata omzetnya Rp24 juta per bulan.

Source https://www.antaranews.com https://www.antaranews.com/berita/631469/hewan-kayu-ukiran-solder-dari-cikole
Comments
Loading...