Kerajinan Hiasan Dinding Dari Bulu Domba Di Indramayu

0 216

Kerajinan Hiasan Dinding Dari Bulu Domba Di Indramayu

Di Indramayu, Bulu Domba Tapos di sulap menjadi kerajinan hiasan dinding  domba di Indramayu sejak 15 tahun lalu tidak keriting lagi. Aroma khas domba yang menempel pada bulu itu pun sirna. Malah segala macam warna menghiasi bulu binatang yang bisa diadu domba itu, sebab bulu hewan ternak ini berubah menjadi berbagai bentuk hiasan dinding, taplak meja, sarung bantal kursi, atau tas.

Memang bukan bulu yang masih menempel di kulit domba hidup, tetapi bulu-bulu hasil pencukuran dari kulit hewan yang sedap dibuat sate itu. Bahkan bisa disebut, hanya bulu domba asal peternakan Tapos, Bogor, yang tidak keriting lagi. Kerajinan pengolahan bulu domba di Indramayu, bahan bakunya semuanya berasal dari Tapos.

 

“Semua bahan baku bulu domba saya dapatkan dari Tapos,” kata Ny Sukaryatinih, pengelola kerajinan bulu domba Indramayu, Jabar. Ibu seorang putra berusia dua tahun ini satu-satunya pengusaha kerajinan bulu domba di Jabar, dengan dibantu sebelas orang tenaga kerja pengrajin. Bulu domba Tapos dibelinya seharga Rp 500 per kg. Dalam satu bulan, sekitar 2-3 kuintal bulu.

Domba dihabiskan untuk kerajinan ini. Mungkin karena hanya semata wayang, kerajinan langka ini kadang menjadi kebanggaan daerah setempat. Rasa bangga yang muncul saat ada kegiatan pameran di tingkat propinsi misalnya, atau ada kunjungan pejabat lebih tinggi lagi. Bisa dikatakan kerajinan bulu domba sudah menjadi semacam kerajinan khas Indramayu.

Kalau orang menyebut kerajinan bulu domba mau tak mau harus melihat ke daerah ini, padahal kerajinan ini hanya berada di satu lokasi dengan kapasitas terbatas. Selama perjalanannya yang sudah belasan tahun, bisa dikatakan pula kerajinan ini jalan di tempat. Penyebabnya bermacam-macam. Semuanya mengenai keterbatasan yang khas industri gurem, apakah itu terbatasnya tenaga pengrajin, modal, pangsa pasar, sampai dukungan dari kalangan yang memiliki kemampuan.

Source http://manggadermayu.blogspot.co.id http://manggadermayu.blogspot.co.id/2007/11/di-indramayu-bulu-domba-tapos-menjadi.html
Comments
Loading...