Kerajinan Hio Dan Lilin Imlek Di Tangerang

0 317

Kerajinan Hio Dan Lilin Imlek Di Tangerang

Eva, salah satu perajin sekaligus pemilik toko hio dan lilin yang sudah 40 tahun berdiri di depan Klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang. “Sejak awal pekan ini, banyak orang membeli hio dan lilin untuk persiapan Imlek,” tutur dia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, permintaan hio dan lilin selalu ramai seminggu sebelum Imlek. Eva mengatakan, ketimbang hari biasa, penjualan hio dan lilin menjelang Imlek biasanya naik dua kali lipat. Selain pembeli perorangan untuk sembahyang perayaan Imlek, kebanyakan pembeli hio dan lilin adalah pengurus klenteng dan vihara.

Eva menjual hio mulai harga Rp 20.000 hingga Rp 60.000 yang berisi dua kilogram (kg) dupa. “Masyarakat paling banyak mencari hio dengan harga Rp 20.000 sampai Rp 22.000. Biasanya satu keluarga membeli satu hio,” ungkap Eva.

Cuma, Eva bilang, hio seharga Rp 60.000 berisi dua kg, sedangkan hio dengan harga Rp 22.000 hanya berisi setengah kilo saja.

Sama seperti hio, permintaan lilin juga meningkat dua kali lipat. Sekotak lilin berwarna merah, Eva menjualnya dengan harga Rp 17.000 hingga Rp 35.000. Satu kotak lilin berisi dua lilin berukuran kecil. Sementara, lilin merah besar dengan tinggi setengah meter, harganya Rp 800.000.

Lilin-lilin kecil itu biasanya dipakai orang-orang yang ingin sembahyang di klenteng atau vihara. Untuk memenuhi permintaan hio dan lilin yang melonjak, Eva sudah menyiapkan stok sejak awal Januari. Ia biasa mengambil dua barang itu dari seorang produsen di Jakarta. Tambahan stok ini membuat seluruh rak tokonya penuh terisi.

Selain lilin dan hio, kenaikan penjualan juga terjadi untuk peralatan sembahyang lain seperti kertas sembahyang. Satu set kertas sembahyang seharga Rp 4.000 berisi puluhan kertas. Kertas-kertas itu nantinya akan dibakar saat berdoa di klenteng.

Dari penjualan lilin dan hio saja menjelang Imlek, Eva bisa mendapat omzet sekitar Rp 27 juta dalam seminggu. Rinciannya, penjualan lilin sebesar Rp 350.000 per hari dan hio sebanyak Rp 700.000 sehari. “Omzet ini bisa bertahan sampai Cap Go Meh tiba atau 15 hari setelah Imlek,” ujarnya.

Source Kerajinan Hio Dan Lilin Imlek Di Tangerang Kerajinan Hio Dan Lilin Imlek Di Tangerang
Comments
Loading...