Kerajinan Home Decor Di Semarang

0 229

Kerajinan Home Decor Di Semarang

Ini adalah soal merealisasikan ide menjadi nyata,” kata pemilik Shabbychic Indonesia, Devy Natalia.

Usaha yang ditekuni gadis 25 tahun ini adalah serba-serbi home decor bergaya shabby chic. Ia memajang koleksi barang dagangannya di show room yang terletak di Batan Timur No 16, Kota Semarang.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, gaya ini sangat diminati hingga ia kewalahan memenuhi pesanan dari konsumen.

Shabby dalam Bahasa Inggris berarti lusuh. Jika diartikan secara keseluruhan, shabby chic merujuk pada turunan gaya vintage yang antik namun tetap modis dan feminin. Home decor bergaya shabby chic antara lain bercirikan warna-warna pastel yang lembut, berkesan kuno yang ditandai sebagai misal adanya cat yang mengelupas di sana-sini.

Namun, karena orang Indonesia lebih suka perabot dan aksesoris rumah yang bersih, Devy pun mengambil jalan tengah. Kesan lusuh dipertahankan tetapi kebersihan tidak boleh ditinggalkan. Cat yang seolah mengelupas hanya sebagai aksen di beberapa bagian.

Produk home decor yang ditawarkan di Shabbychic Indonesia sangat variatif. Mulai dari meja, kursi, jendea, almari, almari kecil untuk pajangan aksesori, barang pecah belah, bantal, nampan hingga hiasan dari berbagai benda yang sebelumnya mungkin tak terpikirkan. Sebagai misal botol tempat kecap yang dicat dan diberi hiasan sebagai pemanis. Atau spatula berbahan kayu yang dicat dan diberi aksen bunga-bunga.

Otak di balik lahirnya benda-benda cantik itu tentu saja Devy. Untuk beberapa barang dekoratif memang ia sendiri yang menghias. Sementara, untuk produk yang berasal dari kayu, ia membeli dari perajin lokal.

“Jangan salah, di Eropa banyak furnitur yang berasal dari Indonesia. Karenanya, saya mencari yang lokal-lokal saja. Lagi pula, untuk furnitur bergaya shabby chic ukirannya sangat simple. Bagi perajin Indonesia yang terbiasa dengan ukiran rumit, tentu bukan hal sulit,” jelas Devy.

Bisnis home decor bergaya shabby chic ditekuni Devy secara resmi baru dimulai tahun 2014. Semula, ia memasarkan barang lewat online. Devy ingat, barang pertama yang ia buat adalah nampan shabby chic yang ternyata laku keras. Ia kemudian merambah ke berbagai barang lain.

Hanya selang empat bulan, karena permintaan yang besar dan koleksi produk semakin banyak, Devy merasa perlu membuat show room di Batan. Kini, dalam satu bulan, omset kotornya bahkan sudah mencapai ratusan juta rupiah. Sesuatu yang luar biasa karena menurutnya, modal awal bisnis berasal dari uang saku bulanan.

“Menjual lewat online masih lanjut. Pembeli berasal dari seluruh Indonesia. Ada juga pesanan dari luar negeri namun sementara ini belum bisa saya penuhi,” imbuh Devy.

Menurutnya, semua mengalir begitu saja. Ia sangat menyukai bisnis home decor bergaya shabby chic karena diakuinya sesuai passion. Sejak kecil, Devy memang suka menggambar dan mewarnai. Semasa kuliah, ia sangat menyukai kerajinan dari scrapbook. Itu juga mengilhaminya menghasilkan barang2 bergaya shabby chic. Devy mengatakan, banyak sekali ide yang terlintas di kepala.

“Saya mencoba mewujudkan secepat mungkin, tidak mau menunda. Itulah yang pada akhirnya membuat Shabbychic Indonesia terealisasi dan terus tumbuh seperti sekarang,” katanya.

Source http://jateng.tribunnews.com http://jateng.tribunnews.com/2015/08/02/bermodalkan-uang-saku-devy-natalia-bisa-bikin-usaha-sendiri
Comments
Loading...