Kerajinan Ikat Jumput Di Tegalsari

0 319

Kerajinan Ikat Jumput Di Tegalsari

Kawasan padat di Jl Pandegiling 1, kelurahan Tegalsari, kecamatan Tegalsari, terlihat ramai dengan aktivitas warga. Pedagang asongan, ibu-ibu yang bergerombol, dan anak-anak terlihat asyik bermain.  Kesibukan serupa juga terlihat di Balai RT 1 RW 7, yang berada sekitar 100 meter dari gang Pandegiling 1. Di dalamnya, beberapa ibu sedang merapikan kain.

Beberapa kain berwarna cerah dengan corak melingkar hasil celupan dari ikat jumput pada pewarna sintetis. Sebagian lagi masih berwarna putih, dengan ikatan jumput berbagai macam teknik.

Murtiningsih, Ketua Koperasi Karya Ikat Jumput, menjelaskan, warga RT 1 RW 7 Kelurahan Tegalsari didominasi ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan. Kebiasaannya hanya berkumpul dan kurang mengetahui gaya hidup sehat dan bersih. Beberapa warga yang peduli kemudian membentuk kelompok sosial untuk menggerakkan warga lain memperbaiki gaya hidup.

“Dari kelompok sosial ini, kemudian ada LSM yang memberi pelatihan ikat jumput. Satu anggota kelompok diajak pelatihan ke beberapa daerah, kemudian diajarkan ke warga yang mau bergabung,” katanya.

Beberapa orang kemudian terus menekuni pembuatan kerajinan ikat jumput ini. Respons Wali Kota akan pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM), sebagai ikon Surabaya, membuat mereka semakin giat. Beragam motif dan produk dikembangkan. Tak hanya kain meteran, produk dari wilayah yang dikenal sentra ikat jumput ini, bahkan sudah berwujud pakaian, sprei, syal, selendang hingga tempat bantal sofa.

“Unggulan kami sekarang motif sinaran, selain itu ada motif melati, motif tritil, motif jumput tumpuk, motif laba-laba, dan motif jelujur, yang bisa jadi bentuk apa saja,” papar Murtiningsih.

Ikat jumput yang tidak memiliki pakem desain membuat para perajinnya tidak pernah bosan menciptakan motif baru. Apalagi, ikat Jumput Tegalsari sudah dikenal berbagai instansi dan kerap mendapat pesanan hingga 300 lembar kain.

Source http://surabaya.tribunnews.com http://surabaya.tribunnews.com/2017/06/01/ibu-rumah-tangga-tekuni-ikat-jumput?page=2
Comments
Loading...