Kerajinan Jala Ikan Di Banyumas

0 336

Kerajinan Jala Ikan Di Banyumas

Perajin jala ikan kini makin terpuruk, karena produk pabrikan telah mengalahkan usaha mereka. Setidaknya itu yang dirasakan salah seorang perajin bernama Darso warga Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Pria ini merupakan nelayan sungai yang juga perajin jala ikan sejak sepuluh tahun lalu.

Darso mengaku usahanya kini makin terpuruk. ”Kalau mau usaha lain saya gak memiliki keahlian. Hanya membuat jala ini satu-satunya,” tutur Darso terlihat lincah memegang senur-senur jala.

Darso harus pasrah dengan keadaannya saat sekarang. Kemahiraannya menenun jaring telah menurun. Apalagi kornea matanya telah kelabu dan harus disambung pula dengan kaca mata tebal.

Akhirnya sekarang pekerjaan membuat jaringpun tak lagi dapat diandalkan sebagai penyambung hidup, karena minat pembeli jaring juga terus menurun. Pekerjaan menjadi nelayan sungai kini tak lagi ditekuni karena dari segi penghasilan tak menjanjikan. Belum lagi kondisi sungai yang tercemar dan kotor. Akibatnya ikanpun banyak yang mati.

Menurut Darso,satu buah jala dijual Darso antara Rp. 450 ribu hingga Rp. 800 ribu tergantung dimana jala tersebut digunakan, ada yang di gunakan di sungai yang berbatu, juga ada yang di gunakan di sungai yang berlumpur,ukuran senur-senurpun beda. Jala Paling murah dinilai Rp. 450 ribu dengan panjang 3 m. Dan harga Rp. 800 ribu berukuran 5 m. Demi sesuap nasi, biarpun jarang yang beli, bapak yang baru memiliki satu cucu ini masih terus bersemangat untuk menenun senur-senur jala

Source http://banyumasnews.com http://banyumasnews.com/83071/perajin-jala-ikan-banyumas-makin-ngenes/
Comments
Loading...