Kerajinan Jam Tangan Dari Semen Di Jakarta

0 221

Kerajinan Jam Tangan Dari Semen Di Jakarta

Jam tangan terbuat dari material kayu, besi atau plastik mungkin sudah tidak terdengar asing alias mainstream. Tapi bagaimana dengan jam tangan dari semen?

Lewat tangan Restu Irwansyah Setiawan dan Edo Fernando, pendiri Lakanua, jam tangan yang terbuat dari semen itu benar-benar ada. Dengan ide cemerlang tersebut, keduanya berhasil meraup omzet puluhan juta rupiah tiap bulan.

Salah satu pendiri Lakanua, Restu Irwansyah Setiawan menceritakan, jauh sebelum menemukan ide jam tangan dari semen, keduanya sempat mencoba membuat jam tangan dari kayu, tepatnya 5-6 tahun lalu.

Namun mereka sadar sudah banyak yang membuat jam tangan dari kayu. Akhirnya mereka memutuskan berhenti selama 2 tahun, dan nyambi pekerjaan lain. Kebetulan Edo Fernando, rekan bisnisnya bekerja di perusahaan furnitur berbahan baku semen. Akhirnya muncul ide membuat jam tangan dari semen.

“Temen saya itu kerja di furniture semen. Dari situ ide kita gimana kalau kita bikin, bercanda bercanda gitu, bikin jam tangan dari material semen, mungkin nggak ya,” katanya.

Akhirnya keduanya mencoba merealisasikan ide tersebut. Tapi di awal percobaan mereka masih gagal, frame jam tangan dari semen mudah retak dan pecah. Tak patah arang, keduanya terus bereksperimen kurang lebih selama 2 hingga 3 tahun.

“Jadi 3 tahun kita perencanaan, pengen produknya finish walaupun sampai sekarang nggak finish finish sebenarnya, jadi kita itu terus improve,” sebutnya.

Modal awal yang mereka siapkan dalam memulai bisnis terbilang sedikit, yakni hanya Rp 5 juta yang berasal dari kantong pribadi masing-masing.

Dalam sebulan mereka bisa memproduksi sekitar 20-50 jam tangan dari semen. Jam tangan tersebut murni buatan tangan dan mereka hanya berdua mengerjakannya. Pasalnya mereka kesulitan mencari sumber daya manusia (SDM) yang bisa membuat jam tangan semen.

“Sebulan itu kita cuma mampu bikin 20-50 pcs. Tapi kebanyakan 20 pcs ya karena ini handmade, benar benar masih kita berdua yang bikin, belum pakai pekerja. Jadi masih dikit kapasitas produksi kita,” jelasnya.

Satu jam tangan dihargai sekitar Rp 1 juta-Rp 1,5 juta. Mahalnya harga dilihat dari material kulit yang digunakan untuk tali jam tangan.

Segmentasi mereka adalah kalangan anak-anak muda yang doyan tampil beda. Bisa dibilang, segmentasi pasarnya tidak jauh beda dengan jam tangan kayu, yaitu konsumen yang menyukai barang-barang bermaterial eksotik.

Restu mengklaim Lakanua saat ini satu-satunya yang membuat jam tangan dari semen di Indonesia. Sementara di luar negeri mereka belum mengetahui. Berkat keunikannya tersebut, Restu mengatakan per bulan bisa mengantongi omzet Rp 20 juta, di mana keuntungan yang mereka peroleh mencapai 50% dari omzet. Namun dia belum puas dengan capaian tersebut.

Saat ini, Lakanua baru memasarkan jam tangannya online. Ke depan, mereka ingin mengembangkan usahanya semakin besar dan bermimpi membuka toko fisik.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-4235900/bikin-jam-tangan-semen-2-sahabat-ini-raup-rp-20-juta-sebulan
Comments
Loading...