Kerajinan Jam Tangan Dari Tulang Di Bandung

0 343

Kerajinan Jam Tangan Dari Tulang Di Bandung

Kreativitas adalah sebuah ruang ekspresi tanpa batas. Tidak ada yang bisa menghalangi upaya kreatif. Untungnya kreativitas yang tumbuh di kalangan generasi muda adalah kreativitas yang positif. Kreativitas yang bisa bermanfaat bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Tengoklah  Marwan Eka Fadilah dan Andrey Indra. Mereka memberi nilai tambah bagi barang-barang yang tidak terpakai di lingkungannya. Marwan Eka Fadilah memanfaatkan limbah tulang sapi dan tanduk kerbau untuk membuat jam tangan; Andrey Indra memanfaatkan limbah kayu mebel untuk membuat kacamata. Keren bukan.

Perihal pemanfaatan limbah tulang untuk membuat jam tangan unik.¬† Marwan Eka Fadilah bilang itu terinspirasi oleh pembuatan jam tangan kayu. “Dulu kan sempat booming jam tangan dari bahan kayu di Bandung. Saya sempat bikin itu juga, tapi saingannya sudah banyak,” kata pemuda asal Bandung ini.

Dari situ ia lalu terpikir untuk mencari terobosan baru. Namun, tekadnya saat itu tetap ingin memproduksi jam tangan dari bahan yang unik dan ramah lingkungan. “Akhirnya dari sana ketemulah tulang sapi. Kalau menggunakan tanduk, itu karena ada konsumen yang minta dibuatkan warna gelap,” ujar Marwan yang memulai bisnisnya awal 2015.

Setelah mendapat ide, ia tidak langsung mengaplikasikannya. Awalnya, ia melakukan riset bahan baku dan pasar selama satu tahun. Riset itu untuk memastikan pasokan bahan tulang sapi. “Akhirnya saya dapat bahan baku tulang sapi dari tukang bakso dan tukang mi kocok,” ujarnya.

Sedangkan untuk bahan baku tanduk kerbau diperoleh dari para perajin tanduk kerbau di Sukabumi. Menurut Marwan, tidak semua tulang sapi bisa dibentuk menjadi jam tangan. Menurutnya, untuk badan jam hanya bisa memanfaatkan tulang paha. Sedangkan rantai jam diambil dari tulang betis. “Tergantung tebal tipis tulangnya, tidak semua bisa dibikin jam tangan,” ujarnya.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/mejeng-pakai-jam-tulang-dan-kacamata-kayu?page=2
Comments
Loading...