Kerajinan Jilbab Di Jombang

0 101

Kerajinan Jilbab Di Jombang

Tangan Septiyans Eka Saputri (20) mampu ‘menyulap’ uang Rp 70 ribu menjadi Rp 500 ribu melalui jilbab.

Ini bukan ilmu perdukunan, tetapi usaha nyata. Septiyans menjadikan uang Rp 70 ribu itu sebagai modal untuk membeli kain bahan, lalu dibikin syal atau hijab, dengan merk C.E.ID. Maka, dari hasil penjualan itu, dia meraih omzet Rp 500 ribu.

Dibesarkan di keluarga yang bergelut di bidang bisnis, Septiyans menjadi pribadi yang menyukai bisnis. Dari usia muda perempuan berkacamata ini gemar menjualkan dagangan milik ayahnya, hingga ada akhirnya memutuskan untuk berbisnis sendiri dengan produk syal dan hijab.

“Karena Ayah juga dagang dan aku suka banget dagang. Aku pengen banget buka olshop tapi kadan ibu nyuruhnya fokus belajar aja,” Jelas Septi

Pada awalnya Septians mengaku iseng-iseng karena dirinya tertarik pada syal. Ketika ingin membeli, akhirnya tepikir olehnya untuk membuat sendiri. Diakuinya ketika dia membeli syal di beberapa olshop, kualitas syal yang dibelinya tidak sesuai dengan harapannya.

“Pertamanya aku pengen beli syal, soalnya sekarang syal ini lagi ngtrend sekali di kalangan anak muda. Dari situ akhirnya aku berpikir untuk beli kain sendiri lalu dijahitin biar lebih murah dan motifnya bisa milih sesuai kesukaan.”

Untuk menyejikan kualitas produk yang premium, Septians terjun langsung ke penjual kain untuk memilih kain dengan kualitas terbain namun dengan harga yang terjangkau. “Waktu beli kain, aku kepikiran kenapa gak membuat lebih banyak aja untuk dijual di teman-teman di kampus. Aku cari kain sendiri juga biar tahu kualitas kain yang real, soalnya kalau di olshop-olshop kadang kualitasnya jelek,” beber Septi.

Produk yang diberi label c.e.id ini mengusung produk-produk yang limited edition sehingga pelanggan memiliki produk yang tidak pasaran. Pada awalnya produk yang diproduksi oleh c.e.id hanya syal saja, namun banyak pelanggan yang meminta produk hijab sehingga saat ini Septians juga memproduksi hijab.

Untuk memproduksi hijab ternyata Septians tidak memerlukan karyawan, sang Ibu yang ternyata bisa menahit menjadi kolega kerja untuk memproduksi produk-produknya. “Waktu aku beli kain dan mau jahit ke penjahit, aku baru ingat kalau Ibuku juga bisa jahit dan dirumah juga ada mesin jahit. Jadi ya sekalian aja kerjasama sama ibu sendiri,” ungkap septian sambil bercanda.

Tanpa diduga, ternyata peminat produk-produknya lumayan banyak. Banyak pelanggan yang memuji produk-poduk Septians. “Tanpa memprediksi ternyata banyak banget peminat produk kami, katanya karena harganya murah dan motifnya tidak pasaran. Sekarang malah banyak yang minta hijab daripada syal.”

Septians mengaku modal awal yang diperlukan hanya Rp 70 ribu per produksi, lalu dirinya memiliki omzet sebesar Rp 500 ribu per produksi. Untuk pemasaran produk, Septians mengaku masih melalui mulut ke mulut dan juga melalui akun instagram. Ia membidik pasar mahasiswa dan anak muda.

“Sekarang ini hampir semua anak muda Indonesia pasti memakai hijab, mereka juga suka pakai hjab yang lucu-lucu. Remaja dan mahasiswa juga cenderung gamang dirayu dengan promo-promo. Jaman sekarang mahasiswa lebih mementingkan fashion dan tidak mahu kalah sama teman-temannya,” ujar Septians sambil tertawa.

Keistimewaan produk c.e.id dapat dilihat dari segi jahitan produknya tidak pakai neci, Septians menjelaskan “Kalau keistimewaanya mungkin dari segi jahitan, kami tidak pakai neci tapi jahit seperti produk hijab kualitas butik,” ungkap Septians.

Source https://www.bangsaonline.com https://www.bangsaonline.com/berita/44158/%E2%80%8Bdari-jilbab-perempuan-muda-ini-sulap-uang-rp-70-ribu-jadi-rp-500-ribu
Comments
Loading...