Kerajinan Kaca Di Semarang

0 459

Kerajinan Kaca Di Semarang

Kaca bisa menjadi produk kerajinan yang bernilai seni tinggi. Selain unik dan menarik, kerajinan kaca juga terkesan mewah. Oleh karena itulah, kerajinan ini banyak diburu oleh kolektor benda seni termasuk hotel-hotel berbintang. Selain domestik, pasar ekspor juga terbuka.

Produk berbahan baku kaca sangat beraneka ragam. Selain untuk kebutuhan bangunan, kaca juga bisa dijadikan produk kerajinan seperti cenderamata dan suvenir yang menarik dan terkesan mewah. 

Salah satu perajin kaca adalah Medi Rahma Lukri, pemilik Inti Art Glass di Semarang, Jawa Tengah. Memulai usaha sejak 2007, Medi menggunakan pecahan kaca bekas untuk membuat berbagai kerajinan unik.

Pecahan kaca bekas yang dikumpulkan dilebur dengan proses pembakaran selama 10 jam bertemperatur 1.200 derajat celsius. “Awalnya saya hanya ingin memanfaatkan kaca-kaca yang tidak terpakai,” ujar Medi. Dengan menggunakan produk daur ulang, biaya pembelian bahan baku semakin murah.

Kaca yang meleleh kemudian dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan, seperti vas atau tempat lilin. Setelah terbentuk, proses penyempurnaan dilakukan dengan memberikan motif ukiran menggunakan gerinda. Dibantu 12 pegawai, Inti Art Glass bisa memproduksi sekitar 500 kerajinan kaca ukir berbagai ukuran. Produk-produk tersebut kemudian dijual dengan harga mulai Rp 10.000 hingga Rp 1 juta per produk. “Yang paling mahal berbentuk patung atau tokoh,” katanya.

Tak hanya vas bunga, tempat lilin atau patung, Medi juga membuat ukiran dari berbagai barang dari kaca seperti botol anggur dan stoples kaca. Hanya saya, media kaca untuk ukirannya tidak sembarangan karena harus memiliki unsur unik dan antik.

Dari seluruh hasil produksinya, Medi mengaku bisa mengumpulkan omzet penjualan mencapai Rp 25 juta perbulan. Dari hasil itu, keuntungan bersih yang didapat sebesar 20% omzet atau sekitar Rp 5 juta.

Pesanan produk kerajinan kaca itu sebagian besar dipesan oleh hotel-hotel di Bali, Jakarta dan Surabaya. Selain pasar domestik, ia juga sering mendapat pesanan dari Swiss, Australia dan Jepang. Menurut Medi, nilai penjualan produknya selalu meningkat pada Juni hingga September mencapai 30%. Kenaikan itu disebabkan banyaknya hari libur sehingga produknya manis laris. Dengan peningkatan tersebut, Medi yakin prospek kerajinan kaca masih akan cerah ke depan. Apalagi para pemain di bidang ini belum begitu banyak. Untuk menggenjot peningkatan penjualan, inovasi produk harus tetap dilakukan.

Source http://peluangusaha.kontan.co.id http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kilap-laba-kerajinan-berbahan-kaca-1
Comments
Loading...