Kerajinan Kaca Pyrex Di Surabaya

0 365

Kerajinan Kaca Pyrex Di Surabaya

Pengrajin seni pahat pajangan kaca masih terbilang langka di Indonesia. Namun, berkat jiwa enterpreneur seorang pebisnis dari Surabaya bernama Ikhsan, kerajinan kaca ini bisa masuk ke pelosok Indonesia, bahkan sampai diekspor ke luar negeri.

Ikhsan, pemilik toko De Glace dari Surabaya, Jawa Timur memulai usaha ini sejak tahun 2006. Hingga saat ini ia sudah memiliki 2 buah toko. Dua-duanya ada di Surabaya.

“Awalnya, beberapa kenalan saya mempelajari seni memahat kaca di Malaysia. Tadinya tujuan mereka untuk menjadi pegawai sebuah toko disana. Namun, setelah selesai belajar, saya mengajak mereka untuk mendirikan usaha di Indonesia,” tutur Ikhsan, dalam acara “Gelar Karya PKBL BUMN 2008” di JCC, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dari 4 orang kenalannya yang menguasai seni pahat kaca tersebut, 1 orang dijadikan pengrajin tetap, sedangkan sisanya menjadi pengrajin sewaan. Toko De Glace, setiap bulannya mampu memproduksi hingga 1000 pahatan kaca, dengan harga variatif mulai ratusan ribu hingga jutaan.

“Modal yang saya keluarkan setiap bulan sekitar Rp 10 juta. Kalau penjualannya bisa dapat Rp 50 juta per bulan,” ungkap Ikhsan.

Modal tersebut digunakan untuk membeli bahan pahatan kaca, namanya kaca Pyrex Borosilicate. Dalam kreasinya ini dibutuhkan 3 jenis kaca Pyrex, yaitu ukuran 7, 12 dan 15 milimeter.

“Jadi tergantung kebutuhan. Harga 3 box, dengan 3 ukuran, saya beli sekitar Rp 3 juta. Saya impor dari Jepang,” ulas Ikhsan. Hasil karya pengrajin De Glace, rupanya sudah menyebar ke pelosok Indonesia. Sebut saja, Jakarta, Medan, sampai ke Jayapura.

“Jayapura punya konsumen yang paling banyak. Mungkin karena disana taraf hidupnya cukup tinggi. Kan disana banyak bule,” ujar Ikhsan. Produk toko Ikhsan juga sempat diekspor hingga ke Jerman dan Jepang.

“Kalau Jepang mungkin masih sedikit, tapi kalau ke Jerman, pesanannya pernah sampai 1/4 kontainer,” ungkap Ikhsan. Namun sayangnya, Ikhsan belum membuka diri untuk investasi. “Kalau modal sih belum terlalu butuh, karena kita sekarang lebih membutuhkan market, dan terutama tenaga kerja,” ujar Ikhsan. Menurut Ikhsan, kendala utama memperbesar usahanya adalah menambah tenaga kerja.

“Karena untuk belajarnya saja butuh 3 tahun. Dan belajarnya juga harus diajari oleh pengrajin kita. Tidak bisa lagi belajar ke Malaysia, karena dulu pengrajin kita bukan sekolah, tapi belajar di sebuah toko yang tujuan awalnya agar bisa jadi pegawai mereka. Jadi boleh dibilang kita mencuri ilmu dari sana,” ujar Ikhsan.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/895606/pajangan-kaca-unik-ala-de-glace
Comments
Loading...