Kerajinan Kaca Tiup Di Bantul

0 600

Kerajinan Kaca Tiup Di Bantul

Kenyamanan sebuah ruangan menjadi harga mati bagi mereka yang menginginkan hunian sesuai idealisme. Berbagai cara kadang dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan keindahan dalam ruangan. Tak heran jika pernak-pernik kerap dihadirkan dalam ruangan sebagai penghias atau pemanis sebuah ruangan. Salah satu jenis dekorasi yang memiliki keindahan untuk sebuah ruangan adalah kerajinan kaca tiup.

Kerajinan kaca tiup (blowing glass) merupakan kerajinan yang harus dilakukan oleh orang-orang yang bertangan ahli dan terampil. Dikarenakan pekerjaan ini termasuk beresiko tinggi dan bahaya dan juga sebab harus bekerja di depan tungku yang bersuhu tinggi yang sanggup melumerkan kaca hingga cair dan membara. “Kerajinan kaca tiup ini butuh tenaga khusus, proses produksi kami ada di Bali”, terang Iwan,

pemilik Showroom, Kasongan Deco Glass Art. Lebih lanjut dikatakannya, bahan baku produk pembuatan seni kaca tiup memanfaatkan barang limbah kaca yang dikumpulkan dari berbagai tempat. Kaca-kaca tersebut kemudian dipilah sesuai dengan warnanya lalu dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam tungku pencair. Di dalam showroom yang beralamat di Jalan Kasongan No 3 (Timur jembatan) Bantul ini pecinta kerajinan kaca tiup akan menjumpai berbagai bentuk hasil olahannya. Salah satu bentuk yang cukup menarik adalah kaca tiup yang dikombinasikan dengan akar kayu. “Ini sangat cocok untuk dekorasi sebuah ruangan, mau ruang model apa saja saya kira tetap masuk karena bentuk-bentuknya memang sudah unik”, terang Iwan.

Keunikan kerajinan kaca tiup di showroom tersebut adalah bentuk kaca tiup yang satu dengan yang lainnya tidak akan pernah sama. “ Setiap kaca ini tidak akan sama, karena sudah satu paket, jadi misal pecah ya harus bikin baru lagi sesuai dengan kombinasinya”, terang Iwan sembari menunjukan model kaca tiup. Kaca tiup tersebut dikombinasikan dengan material akar kayu. Akar kayu yang dibiarkan dengan bentuknya yang tak beraturan memberikan kesan seni yang lebih artistik. “Material-material yang kita gunakan adalah recycle, kaca ini hanya sisa-sisa, kayu ini hanya dari akar-akar pohon yang tidak terpakai, hanya kita proses sehingga bentuknya lebih artistik”, tambahnya.

Dikatakannya saat menunjukan kayu yang dipakai, Iwan, menjelaskan jika kayu-kayu tersebut diperolehnya di daerah Bojonegoro. Setelah kayu didapat dikirim terlebih dahulu ke Bali sebagai mal, atau cetakan model kaca tiup yang akan di bentuk. Selanjutnya kayu dan kaca tiup yang sudah jadi tersebut merupakan satu paket. Soal finishing pada kayu sengaja ditonjolkan serat-serat kayunya bahkan warna gosong pada kayu pada saat mencetak kaca tiup tersebut masih terlihat. “Finishing kayu kita hanya menggunakan wax (malam), dengan finishing ini akan memberikan proteksi pada kayu, dengan melapisi pori-pori kayu sehingga debu atau kotoran maupun air tidak bisa masuk ke dalam pori-pori kayu. Dengan demikian kayu menjadi lebih awet. Selain itu dengan wax tidak akan merusak tekstur kayu, jadi lebih natural, dan kalau dilihat yang gosong itu memang bekas pembakaran saat cetak kacanya”, Jelas Iwan semangat.

Lebih lagi dikatakan pria asli Jogja yang telah lama hidup di Bali ini mengungkapkan jika di Jogja sendiri kerajinan jenis kaca tiup ini sudah mulai banyak yang menggunakannya. “Konsumen retail banyak, untuk hiasan rumah mereka, tetapi ada juga yang digunakan untuk hiasan di hotel atau resto”, ucapnya singkat. Jika bosan dengan fungsi kaca tiup yang kosong kerajinan ini dapat juga difungsikan sebagai aquarium.

Mengenai harga Pemilik showroom ini mengungkapkan jika harga tersebut akan berbeda-beda tergantung bentuk dan jumlah kaca tiup yang digunakan dalam satu buah hiasan. Berbagai macam bentuk dan ukuran jenis kerajinan dapat menjadi pilihan di showroom Kasongan Deco Glass Art. “Soal Harga satu model kerajinan satu dengan yang lainnya akan berbeda, bentuk, kaca tiup yang digunakan dan ukuran akan mempengaruhinya. Tetapi kita membandrolnya dari yang paling murah seharga 200 ribuan hingga paling mahal yang ada di showroom adalah sekitar 1,5 jutaan”, ungkap Iwan. Ditambahkan Iwan, harga 1,5 Jutaan tersebut untuk model kerajinan dengan kaca tiup 3 buah dengan ketinggian sekitar satu meter. “Konsumen bisa custom ukuran yang diinginkan, tetapi harga tentu akan menyesuaikan”, tambahnya.

Dikatakan Iwan lebih lanjut kerajinan kaca tiup ini tergolong tahan terhadap cuaca. “Kerajinan kaca tiup ini bisa untuk interior maupun eksterior”, katanya. Dalam showroom tersebut juga ada berbagai jenis kerajinan kaca lainnya seperti gelas, piring, atau vas dengan bentuk yang unik. Menurutnya konsumen kerajinan kaca tiup tersebut cukup bervariatif, konsumen lokal maupun luar cukup banyak. “Pecinta kerajinan kaca tiup ini ada yang berasal dari luar, seperti Malaysia, Singapura, dan Eropa, tetapi konsumen lokal juga banyak, saya pernah pameran di Jakarta bawa barang satu truk, habis”, tutup Iwan di akhir percakapan

Source http://www.rumahjogjaindonesia.com http://www.rumahjogjaindonesia.com/isi-majalah/kreasi-kaca-tiup-penghias-ruangan.html
Comments
Loading...