Kerajinan Kain Flanel Di Bantul

0 319

Kerajinan Kain Flanel Di Bantul

Membangun jiwa kreativitas dari dalam diri memang memerlukan waktu dan latihan. Karena kreativitas yang didapatkan secara instan sesekali tak akan dapat bertahan dalam menahan pertarungan yang semakin kuat. Acuan itulah yang sampai saat ini dilakukan oleh Lisa dalam menerjuni bisnis aneka souvenir dari flanel dan gerabah. Dijumpai di rumahnya, Piyungan Bantul. Lisa mengaku telah menerjuni dunia bisnis sejak berada di bangku kuliah, di universitas negeri ternama di Yogyakarta. Walaupun hanya dimulai dari bisnis kecil-kecilan, namun seiring berjalannya waktu, usaha itu kini menjadi salah satu tulang punggung keluarganya.

Tahun 2000 menjadi perjalanan awal Lisa menggeluti dunia bisnis. Pada saat itu, souvenir yang berbahan gerabah menjadi barang jual unggulannya untuk dipasarkan. Produk-produk gerabah seperti Pen holder, asbak, tempat sabun, tempat lilin, celengan, dan gelas mini menjadi komoditi jualannya hingga tetap bertahan sampai saat ini. Sempat merasakan juga sebagai pekerja di salah satu perusahaan ternama yang terletak di Yogyakarta, Lisa akhirnya menetapkan untuk menekuni dunia flanel saat resign dari tempat kerjanya Desember 2009.

Awal tahun 2010, berawal dari rasa penasaran akan uniknya kerajinan yang memakai kain flanel, akhirnya Lisa berusaha mencari beragam referensi yang berhubungan dengan kain flanel. Saya penasaran karena sering melihat beberapa souvenir dari flanel, terlebih ketika membaca bukunya saya baru tahu kalau flanel bisa dibuat berbagai souvenir cantik dan menarik, kata Lisa ditemani putra kecilnya. Dari referensi tersebut, Lisa yang saat ini menjadikan Cira Craft sebagai nama usahanya mencoba sendiri merancang souvenir flanel berbagai aneka jenis. Souvenir seperti gantungan kunci, tempelan kulkas, dompet, hingga kotak tissue berhasil dikreasi hingga layak untuk dipasarkan.

Walaupun pada tiga bulan pertama sempat menghadapi sepi pemesanan, tetapi Lisa tidak patah arang. Terbukti, dalam waktu dekat kemudian masuk pesanan dalam jumlah banyak dari Papua. Orderan pertama dari Papua itu berjumlah kira-kira 3 kodi souvenir pernikahan, penjelasan Ibu asli Jakarta tersebut. Dari situlah, kemudian Lisa optimis menggeluti dunia flanel ini hingga bekerjasama dengan beberapa ibu-ibu muda yang ada di sekitar kediamannya guna membantu memproduksi. Ibu-ibu tersebut sebenarnya sudah dulu bermain di flanel, sehingga saya tidak meragukan kapasitas dan kemampuannya, terangnya sambil menunjuk dua orang ibu-ibu muda yang selama ini membantu proses produksinya.

Tahun lalu Lisa mengaku juga mengalami mendapatkan pesanan dari orang asing yang tinggal di Bali untuk dibawa ke Moskow, Rusia. Saat itu, 4000-5000 buah souvenir harus diproduksi Lisa dan dua orang rekannya untuk pesanan tersebut. Dan menurutnya, pesanan tersebut yang hingga kini menjadi orderan terbanyak yang pernah ia peroleh. Di akhir wawancaranya, Lisa mengaku, biarpun telah memakai media online, namun proses pemasaran masih menjadi kendala utamanya dalam mengembangkan usahanya. Sambil berharap ada mitra baik dari pemerintah ataupun swasta, Lisa juga memiliki harapan baik untuk memajukan toko yang saat nanti akan diisi dengan produsen kecil, seperti dirinya supaya bisa memasarkan produk secara bersama-sama. Sungguh sebuah harapan mulia yang semoga dapat secepatnya terkabul.

Source http://rubik.okezone.com http://rubik.okezone.com/read/42482/kisah-sukses-mengembangkan-usaha-souvenir-dari-kain-flanel
Comments
Loading...