Kerajinan Kain Flanel Di Desa Mejayan

0 250

Kerajinan Kain Flanel Di Desa Mejayan

Hobi membuat kerajinan dari kain flanel ternyata bisa menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah setiap bulan. Di tangan Yo Florensia Oriscayati, asal Mejayan, Kabupaten Madiun, kain flanel disulap menjadi kerajinan menarik dan memiliki nilai ekonomis.

Florensia bercerita bakatnya merangkai potongan kain flanel ini sudah muncul sejak kelas VIII SMP. Bakatnya itu terus diasah hingga masuk ke bangku SMA. Saat itu, gadis asal Mejayan, Kabupaten Madiun, ini mulai membuat kerajinan flanel cukup banyak dan kemudian dijual. Kerajinan flanel yang dibuat mulai suvenir, boneka, hingga hiasan stoples.

Saat itu, belum banyak orderan didapat. Hingga akhirnya pada tahun 2013, Florensia merantau ke Yogyakarta untuk melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM) di jurusan Perikanan. Sambil menimba ilmu, Florensia juga membuka usaha kreasi kain flanel.

Tak disangka-sangka, hasilnya karyanya sangat diminati di Yogyakarta. Saat musim wisuda, Florensi banyak membuat buket atau karangan bunga dari kain flanel, boneka wisuda, dan berbagai suvenir dari flanel.

Produknya pun banyak diminati konsumen dari berbagai belahan bumi Nusantara. Ada yang datang dari Jakarta, Surabaya, Sumatra, dan lainnya. Tak jarang, ia sempat kewalahan untuk memenuhi orderan itu.

“Saya mulai promosi di media sosial Instagram saat masuk kuliah. Mulai sejak itu orderan saya banyak. Paling banyak justru dari luar daerah,” ujar dia di acara Wedding Exhibition 2018 di Hotel Aston Madiun.

Florensia mengaku hasil berjualan kerajinan dari kain flanel itu cukup menggiurkan dan bisa untuk menambah uang jajannya. Sehingga gadis berusia 23 tahun itu tidak harus bergantung pada uang kiriman orang tua.

Setelah sukses menggeluti dunia kerajinan kain flanel, anak dari pasangan Kokok Orinadi dan Siti Hidayati itu merambah ke dunia suvenir dan perlengkapan pernikahan seperti paket seserahan dan mahar. Ia pun mulai mendirikan brand Orca Florist untuk seluruh produknya.

Berawal dari uji coba, tangan kreatifnya mulai menata barang-barang seperti tas, sepatu, baju, dan lainnya dalam suatu wadah dan siap dijadikan paket seserahan untuk pernikahan. Begitu juga dalam membuat mahar, gadis yang baru mendapat gelar sarjana itu tidak menemukan kesulitan. Tangannya dengan mudah merangkai uang bentuk pecahan dan kertas dijadikan mahar. Uang itu dibentuk seperti apa yang diinginkan konsumen.

Source https://madiun.solopos.com https://madiun.solopos.com/read/20181118/516/953599/gadis-madiun-raup-omzet-rp20-jutabulan-berkat-kerajinan-kain-flanel
Comments
Loading...