Kerajinan Kain Khas Babakan Ciparay Di Bandung

0 173

Kerajinan Kain Khas Babakan Ciparay Di Bandung

Bermula dari keinginannya tetap berdaya sebagai ibu rumah tangga, Martini memulai bisnis rumahan yang bisa membantu pembiayaan rumah tangga sembari berkegiatan sebagai seorang istri. Setelah keluar sebagai pegawai, tahun 2005 menjadi titik berangkat mengawali bisnis potongan kain warna-warni yang disulap menjadi tas, pouch, tempat tissue, sampai taplak meja.

Semula, ibu 6 anak itu adalah pengawas jahit di sebuah pabrik sepatu. Meski paham teori menjahit, secara praktik dia akui belum mumpuni.

“Saya kan dulu punya anak satu masih bisa kerja, anak sudah tiga enggak bisa kerja. Dengan skill yang dipunya, saya buat cempal, keset, sudah dua macam,” katanya.

Ibunya Martini adalah seorang ibu PKK. Dia membantu menjajakan hasil karya Martini ke arisan keluarahan dan kecamatan. Respon yang baik membawa Martini maju untuk dibawa pelatihan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) atau Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUKM), mulai di Kota Bandung hingga Provinsi Jawa Barat.
Kemampuannya menanjak ketika Martini mendapatkan undangan pelatihan membuat karya dari kain perca dari Disperindag tahun 2006. Setelah itu, Martini mulai memproduksi tas dan kantung serba guna dengan keahliannya. Kendala tentu dihadapi oleh wirausaha baru sepertinya. Tidak mudah untuk menjual karya dari kain perca ke tetangga-tetangganya.

“Saya konsultasi ke Disperindag dan bilang ternyata enggak gampang jualan di daerah sini. Waktu itu saya disuruh bawa barang-barangnya. Di sana barang saya dibeli oleh para pegawai Dinas,” ujarnya.

Kepercayaan diri Martini pun muncul. Dia mulai semangat dan senang karena karyanya dapat dipakai oleh orang-orang. Dari situ, dia belajar bahwa segmentasi pemasaran adalah hal penting. Karya Martini yang dilabeli M.R Collection cocok untuk pasar menengah ke atas.

Ketekunannya yang sudah mencapai 13 tahun ini membuat Martini dipercaya oleh berbagai instansi kedinasan. Setiap ada seminar dan pameran, M.R Collection dipercaya mengisi bazar tersebut. Dia pun tak lupa ikut beberapa komunitas untuk membuka jalan usaha disertai info pameran di setiap sudut kota.

“Dulu sempat setiap bulan ikut pameran di Gedung Sate yang diadakan oleh Disperindag Jabar. Setiap Jumat pertama di awal bulan selalu ada pameran UKM. Sempat ikut dari tahun 2006 sampai 2011. Sekarang sudah tidak ada lagi,” ujar dia.

Dari situ, koleksi Martini dikenal oleh para pegawai kedinasan. Meski sudah lama menjadi seorang wirausaha, dia pun tetap belajar dari berbagai pelatihan, komunitas, dan berkeliling ke setiap stan bazar pameran UMKM untuk melihat karya yang lain. Alhasil, sampai saat ini belum ada karya yang persis seperti apa yang dibuatnya.

Ciri khas karya M.R Collection jatuh pada jahitannya yang rapi dan detil. Kainnya digunting persegi kemudian dijahit menyilang. Biasanya, karya kain perca lain dibuat sebuah gambar dan ditumpuk atau menggunakan teknik quilting. Lain bagi Martini, 60 persen menggunakan kain utuh, 40 persen kain perca.

“Meskipun dari kain utuh, sisa-sisanya enggak pernah ada yang terbuang. Kita jadikan lagi kantung atau tas,” jelasnya.

Setiap bulan, Martini bisa membuat 500 potong kerajinan perca. Barangnya bisa ludes setidaknya dalam dua bulan. Dari sana, dia bisa membantu pembiayaan keluarganya dan mempekerjakan seorang karyawan.

Martini juga pernah menjadi pendamping pada program Wirausaha Baru Jabar. Selama setahun, dia membimbing hampir 10 wirausahawan bidang craft. Tak hanya itu, wanita asal Babakan Ciparay ini pun sering mengisi pelatihan untuk ibu-ibu PKK di kelurahan dan kecamatan.

“Buat saya, dari pada menjadi ibu rumah tangga saja, lebih baik berdaya dengan wirausaha. Selain membantu, kita juga tidak disibukkan dengan hal yang sia-sia kalau pekerjaan rumah sudah beres,” kata dia.

Martini berpesan pada para perempuan supaya menjadi seseorang yang mandiri dan bermanfaat bagi lingkungannya. Meskipun banyak kendala yang dihadapi, jika ada usaha maka ada jalan yang dibukakan sebagai pintu rezeki.
Source http://ayobandung.com http://ayobandung.com/read/2018/10/05/38888/bandung-pisan-dulang-rupiah-dari-sulapan-kain-khas-babakan-ciparay
Comments
Loading...