Kerajinan Kain Shibori Di Sidoarjo

0 125

Kerajinan Kain Shibori Di Sidoarjo

Bambang Mardhana dan Marina Gosali selalu ingin terlihat romantis. Pasangan suami-istri (pasutri) itu telah menghabiskan waktu untuk membuat seni olah kain shibori. Yakni, teknik menghias kain dari Jepang.

Sebagianj rumah Bambang Mardhana dan Marina Gosali di Kawasan Perumahan Sekardangan Indah dipenuhi kain dengan motif dan warna yang begitu unik. Tidak ada nama secara persis jenis motif di setiap lembar kain tersebut. Namun, mereka menyebutnya dengan kain shibori.

Keindahan kain shibori tersebut mulai terlihat di dinding depan rumah. Ketika memasuki ruang tamu, kain-kain shibori dengan beragam jenis motif dan warna itu juga menghiasi meja dan bantalan kursi. Kain-kain tersebut menjadi aksesori di setiap sudut rumah.

Ada ruang khusus yang dijadikan sebagai tempat Bambang dan Marina untuk berkreativitas membuat kain-kain shibori. Ruang tersebut menyatu dengan dapur dan taman kolam. Di ruangan itu, lembaran-lembaran kain dengan beragam bentuk keindahan motif dan warna terpajang rapi di tatakan kayu.

Beberapa meja juga dipenuhi berbagai alat dan bahan yang digunakan untuk kain shibori. Mulai plafon dengan berbagai ukuran, tanggem, kaca, hingga beberapa lembar kain katun yang masih putih polos.

Bambang langsung mengambil kain putih polos berukuran sekitar 1 x 1,5 meter dari sebuah rak kecil. Kain tersebut kemudian dilipat membentuk segi tiga. Lalu, pria 54 tahun itu menutup kain tersebut dengan kaca agar kain yang sudah dilipat tersebut lebih presisi.

Marina yang berada di samping Bambang lantas mengambil tanggem untuk mengepres kain tersebut. Keduanya bekerja sama. Bambang memegang kain yang sudah ditutup kaca dan Marina mengepres dengan tanggem. ”Ini dipres sampai benar-benar kuat,” kata Marina.

Teknik shibori yang tengah dilakukan Marina dan Bambang sering disebut itajime. Yakni, cara kain dijepit di antara dua buah kayu atau kaca, kemudian diikat dengan tali atau dipres dengan tanggem.

Ya, setiap hari Bambang dan Marina menghabiskan waktu untuk membuat seni olah kain shibori di rumahnya. Berdua. Tanpa ada orang lain yang membantu. Mereka menikmati kegiatan seni tersebut hingga menumbuhkan keromantisan.

”Hampir jarang keluar rumah. Kami senang di rumah saja. Bermain seni olah kain shibori,” kata perempuan yang menetap di Sidoarjo sejak 2013 itu.

Kecintaannya terhadap kain dirasakan sejak kecil. Secara otodidak, Marina memulai dengan belajar otodidak menjahit. ”Saya sejak SD sudah bisa menjahit lho,” ucapnya bangga.

Perempuan 52 tahun itu memang memiliki ketertarikan dengan kerajinan tangan. Saat itu kebetulan di sekolah terdapat ekstrakurikuler menjahit. Dia mulai merajut dan membuat sulaman taplak meja.

Hobi menjahit tersebut mulai berhenti sejak Marina bekerja di salah satu bank di Jakarta. Saat itu dia menjabat sekretaris. Namun, dia memutuskan untuk resign lantaran orang tuanya sakit. Sedangkan suaminya pindah tugas di Sidoarjo sebagai general manager di Pazkul di Perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV). ”Kedua anak saya di Jakarta. Saya dan suami menetap di Sidoarjo,” ungkapnya.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/features/27/04/2017/bambang-dan-marina-pasutri-penggiat-seni-olah-kain-shibori
Comments
Loading...