Kerajinan Kain Sulam Di Kediri

0 219

Kerajinan Kain Sulam Di Kediri

Whiendra Sulam di Sidorejo, Pare, Kediri adalah sebuah UKM (Usaha Kecil Menengah) yang bergerak dalam bidang produksi aneka kerajinan kain sulam. Selaku pemilik sekaligus pengelola Ibu Kuswinanti Andreas memiliki komitmen yang kuat dalam melestarikan seni kerajinan asli Desa Sidorejo. Dalam perkembangannya dia bukan saja telah melestarikan sebuah seni kerajinan tua, tetapi sekaligus telah memberi nilai tambah bagi perekonomian warga Desa Sidorejo.

Whiendra Sulam adalah unit usaha kerajinan sulam yang didirikan oleh Ibu Kuswinanti Andreas. Awalnya hanya sebagai upaya melestarikan seni kerajinan sulam di Desa Sidorejo, tetapi dalam perkembangannya usaha ini memberikan alternatif penghasilan tambahan bagi para wanita petani serta sarana belajar ketrampilan bagi anak-anak sekolah dasar. Whiendra Sulam senantiasa menunjukkan eksistensinya di tengah persaingan pasar, terutama di era 90-an ketika muncul mesin bordir otomatis. Whiendra Sulam tetap mempergunakan teknik sulaman tangan dalam pembuatan sulam benang dan sulam pita, akan tetapi motif dan desain yang digunakan mengadaptasi perkembangan seni menyulam modern.

Whiendra Sulam dirintis oleh Ibu Kuswinanti Andreas tahun 1983. Hanya bermodalkan beberapa gulung tali rafia seharga Rp. 6000,- dibuatlah sulak songket dan dipasarkan dari rumah ke rumah. Selanjutnya produk berkembang dengan membuat sulaman kain blaco menjadi aneka produk seperti tas, dompet, seprei, taplak, kristik dan aneka hiasan dinding lain.

Dukungan dari pemerintah daerah diperolehnya melalui pemberian kesempatan mengikuti pameran di tingkat regional maupun nasional, sehingga produknya dikenal hingga ke luar provinsi. Saat ini Whiendra Sulam memperkerjakan 30 orang penyulam. Mereka adalah ibu-ibu warga Sidorejo, pekerjaan dilakukan di rumah masing-masing sebagai kegiatan selingan setelah pulang dari bekerja di sawah. Usaha ini bukan saja telah meningkatkan taraf hidup warga dengan memperoleh penghasilan tambahan, melainkan juga melestarikan seni kerajinan tua yang ada di Desa Sidorejo sejak tahun 1930 an.

Kerajinan ini sempat mengalami masa sulit di tahun 1990 an. Hal ini terjadi akibat munculnya persaingan yang tidak berimbang dengan industri kerajinan bordir mesin. Ibu Kuswinanti Andreas tetap menunjukkan eksistensi usaha sulam Sidorejo hingga sekarang. Salah satu faktor keberhasilannya adalah keuletan dia dalam membangun segmentasi pasar, promosi dan selalu menghadirkan motif-motif baru mengikuti perubahan selera pasar.

Source https://expojatim.wordpress.com https://expojatim.wordpress.com/2014/02/24/whiendra-embroidery-kerajinan-sulam-dari-sidorejo-pare-kediri/
Comments
Loading...