Kerajinan Kain Tenun Dalamak Khas Di Bengkulu

0 306

Kerajinan Kain Tenun Dalamak Khas Di Bengkulu

Bengkulu terkenal dengan batik besurek. Namun, jauh sebelum itu, wilayah ini memiliki tenun khas yang dinamakan delamak. Seiring waktu, saat ini tenun itu terlupakan lalu punah. Kurator Museum Negeri Bengkulu, Muhardi, mengisahkan, batik besurek yang populer itu masuk ke Bengkulu pada abad XVI bersamaan dengan Islam. Ia menjelaskan, jauh sebelum Islam masuk, Bengkulu memiliki kain tenun delamak asal Kabupaten Kaur, termasuk Kabupaten Rejang Lebong. Bahan dasarnya yaitu benang kloi dari tumbuhan menjalar sebagai benang. Motif yang digunakan tenun delamak yakni garis pantai, pucuk rebung, siku keluang, perahu, dan manusia. “Saat Islam masuk, tenun delamak mendapatkan sentuhan dari batik besurek, semacam berakulturasi, kira-kira begitu,” jelas Muhardi.

Berjalannya waktu, tenun delamak tertinggal oleh batik besurek. Tenun delamak dan ambin dogan asli khas Bengkulu saat ini punah. Kepunahan tenun khas Bengkulu ini menyusul meninggalnya para penenun. Saat ini tidak ada perajin tenun delamak dan ambin dogan, kain asli Bengkulu itu nyata sudah punah. Kolektor dan desainer asal Kabupaten Rejang Lebong, Ahmad Barizi, menyebutkan, terdapat dua jenis kain tenun asli buatan masyarakat suku Rejang, yakni tenun delamak dan ambin dogan. “Kalau delamak berukuran kecil, kalau ambin dogan berukuran besar,” jelas Ahmad. Tenun delamak dan ambin dogan pada ratusan tahun sebelumnya digunakan masyarakat rejang untuk keperluan adat, seperti pernikahan, kelahiran anak, dan persidangan adat. “Ada tenun delamak dan ambin dogan yang wajib digunakan untuk mengambil sumpah dalam setiap sidang adat, namanya kain sumpah, kainnya merupakan tenun delamak,” tuturnya.

Source https://regional.kompas.com https://regional.kompas.com/read/2018/03/16/09320671/kain-delamak-tenun-khas-bengkulu-yang-terlupakan-lalu-punah
Comments
Loading...