Kerajinan Kain Tenun Di Seluma

0 238

Kerajinan Kain Tenun Di Seluma

Sebanyak lima orang pengarajin kain tenun asal Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
“Selama ini kain tenun Bumpak asal Kab Seluma kurang berkembang karena minimnya inovasi dari pengrajin, sehingga peminatnya terbatas meskipun kualitasnya cukup baik,” kata Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Seluma Iriansyah.
“Selama ini kain tenun Bumpak kurang berkembang, karena belum adanya inovasi dari para pengerajin, padahal keindahan kain tenun Bumpak Seluma tidak kalah menarik dan potensinyapun cukup menjanjikan,” kata Iriansyah.
Para pengrajin kain tenun itu nantinya tidak hanya belajar tata cara pengolahan tenun dan batik pekalongan, tetapi akan mempelajari model promosi dan pemasaran batik pekalongan agar dapat diterapkan di Bengkulu.
Kain tenun Bumpak tersebut sudah lama di buat oleh masyarakat Kabupaten Seluma, dengan menerapkan keterampilan pengolahan kain secara turun temurun, motif dan cara pembuatan menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan dengan kain tenun dari daerah lain.
Di wilayah Sumatra selatan termasuk Bengkulu berbagai macan jenis kain tenun, kalau di Palembang kain tenun songket dan di Kabupaten Seluma tenun Bumpak, rencananya juga akan dijadikan batik Bumpak Seluma.
Alasannya, kalau tenun membutuhkan biaya mahal, sehingga sulit untuk dikembangkan karena tidak sesuai dengan daya beli masyarakat, sedangkan batik dapat dikelola dengan biaya tidak terlalu tinggi.
Jika Tenun Bumpak sudah dikembangkan menajadi Batik, maka diharapkan pengembangannya lebih luas dan dapat terjangkau oleh masyarakat kecil, kalau dipertahan sebagai tenun selama ini pembelinya sangat terbatas dan pengrajin akan rugi.
Seorang pengrajin tenun Bumpak Ny Sahidah mengatakan, untuk mendapatkan satu kain orang dewasa memerlukan waktu berbulan-bulan, disamping bahan bakunya terbatas dan peralatannya sudah tua.
Saat ini Tenun Bumpak sudah banyak masyarakat bisa membuatnya mulai dari Kecamatan Talo sampai ke Semidang Alas Maras (SAM), hanya saja, peralatan digunakan untuk menenun saat ini sedang rusak.
“Untuk mengganti peralatan tenun tersebut diperlukan dana besar karena onderdilnya sulit didapat, bisa saja mencari sampai ke Sumsel atau di Penang dan Johor Malaysia,” ujarnya.
Source http://maf1453.blogspot.com http://maf1453.blogspot.com/2012/03/pengerajin-tenun-seluma-studi-banding.html
Comments
Loading...