Kerajinan Kain Tenun Endek Bali di Jembrana

0 306

Kerajinan Kain Tenun Endek Bali di Jembrana

Di tengah persaingan ekonomi global, para perajin kain tenun di Jembrana berjuang untuk tetap eksis dan tidak tenggelam ditelan modernisasi. Sejumlah perajin yang merupakan bagian dari Usaha Kecil Menengah (UKM) ini sejatinya memiliki kekhasan produk. Mulai dari motif, bahan hingga hasil ketekunan dan menenun.

Selain di Kelurahan Sangkaragung yang menjadi sentra tenun, kerajinan ini juga berkembang di desa-desa sekitar seperti Batuagung, Dauhwaru dan Mendoyo Dauh Tukad. Tradisi menenun dengan alat tenun dari kayu masih eksis.

Seperti yang digeluti Gusti Ayu Putu Sutamiarti, warga Tegalasih, Kecamatan Jembrana. Ibu rumah tangga mengungkapkan dengan kondisi perekonomian seperti saat ini usaha menenun agak tertatih- tatih.

Ibarat pepatah mati tak enak hidup tak segan. Harga bahan baku utamanya benang sebagai bahan utama kain tenun harganya terus merangkak naik. ”Ya sekedar bisa bertahan saja,” terangnya.

Untuk bahan baku kain tenun khususnya jenis benang, Sutamiarti mengaku membeli dari agen. Untuk Satu gulung (atukel) harganya Rp 6.000. Bila dalam satu kain tenun itu memerlukan 12 gulung (12 tukel) akan lebih banyak lagi modalnya. “Untuk satu kain tenun memang memerlukan banyak benang, sesuai motif yang diciptakan. Biasanya kami membuat kain tenun sesuai dengan pesanan,” tambahnya.

Jika motif kainnya bervariasi, lebih banyak membutuhkan benang. Pada umumnya para pembeli kebanyakan memesan kain tenun jenis songket. Kendati terseok-seok, tenun masih memiliki keistimewaan dan berbeda. Hal inilah yang menjadi keunggulan produk UKM ini dibandingkan dengan cetak.

Menenun dengan alat manual memerlukan proses waktu lama daripada mesin cetak. Sehingga produk tenun yang dihasilan pasti berbeda. Selain itu pengerjaan secara manual bisa menghasilkan berbagai motif yang bervariasi, bisa diciptakan sendiri dan tidak ada duanya. Sementara cetak motifnya rata-rata banyak yang sama. “Yang terpenting adalah ketekunan dan keseriusan. Saya menenun sejak mulai usia remaja dan awalnya merupakan hobi. Orang tua (ibu) juga menekuni pekerjaan menenun sampai sekarang,” tambahnya.

Kain Tenun Endek Bali

Kain endek juga termasuk kedalam jenis kain tenun. Namun dalam proses pembuatan kain endek ada dikenal dengan istilah nyantri, yaitu menggoreskan warna dengan kuas bambu pada bagian-bagian ragam hias tertentu. Kain endek pada umumnya memiliki motif flora dan fauna, wayang atau yang sejenisnya.

Source http://www.balipost.com http://www.balipost.com/news/2018/02/17/37840/Tenun-Cagcag-Hadapi-Pasar-Global...html
Comments
Loading...