Kerajinan Kain Tenun Ikat Di Sikka

0 321

Kerajinan Kain Tenun Ikat Di Sikka

Kebiasaan masyarakat Sikka, Nusa Tenggara Timur dalam kesehariannya dan tiap ceremony adat atau agama, selalu memakai kain tenun atau sarung adat. Sebutan U’tang Sikka untuk sarung perempuan dan lipa Sikka atau ragi Sikka untuk sarung laki-laki.

Salah satu perajin, Montero mengatakan Jenis motif dan warna serta desain unsur tertentu masih harus dibagi lagi untuk peruntukan si pemakai dari strata apa, usia, jenis kelamin, untuk kegiatan apa, dan kapan waktu dipakai.

Jenis tenunan tersebut terdiri dari: Kain tenun ikat, Kain tenun prenggi, Kain tenun liin, Kain tenun neleng, Kain tenun itor. Jenis kain adat artinya full motif yang “rich” terdiri dari hurang kelang ( jalur-jalur ikat dan non ikat) dan bermutu tinggi karena mempunyai nilai filosofi khusus dan prosesnya dengan upacara khusus dalam hampir tiap tahapan prosesnya. Lapisan-lapisan bagian motif yang disebut sebagai satu-kesatuan hurang kelang yang terdapat dalam suatu unsur kain tenun atau sarung berbeda tergantung pada jenis motifnya. Motif teridentifikasi pada bagian ina gete (main motif) yang merupakan nama dari motif kain.

Hampir di tiap rumah tangga yang masih memegang unsur budaya adat yang diteruskan secara turun-temurun. Biasanya sang Ibu mengajarkan putrinya untuk menenun agar bisa menikah, karena secara adat perempuanlah yang wajib memberikan tenunan-tenunan yang bermutu bagi calon suaminya. Mutu dari kain tenun yang diberikan akan digantikan juga dengan emas Sikka yang disebut tibu, suatu bentuk khas emas Sikka yang bentuknya seperti vagina yang melambangkan kesuburan dan kehormatan yang ditatakan dengan unsur binatang dan tumbuhan atau manusia sebagai lambing three of life (tiga unsur kehidupan). Gelang gading sebanyak 1 set (terdiri dari 8 keping gelang gading dan 4 keping gelang perak) pun dibekali dari ibunda kepada putrinya sebagai lambang keperawanannya.

Pewarna yang digunakan tergantung dari dominasi tumbuhan yang tumbuh sebagai habitat di daerah tersebut. Pewarna kain ikat ini bersumber dari pewarna alami  proses pewarnaannya pun merupakan unsur seni dalam memadukan kombinasi warna yang sudah secara lazim dihasilkan. Ada yang warna tunggal dan warna kombinasi bersusun. Paduan warna ada yang double color, yang tentu saja dlm pengerjaannya makin rumit dan membutuhkan waktu yang lama karena disertai upacara khusus dan keberadaan pantangan-pantangan tertentu bagi si penenun agar hasilnya sempurna

Source Kerajinan Kain Tenun Ikat Di Sikka Kerajinan Kain Tenun Ikat Di Sikka
Comments
Loading...