Kerajinan Kain Tenun Motif Bima Di NTB

0 299

Kerajinan Kain Tenun Motif Bima Di NTB

Lombok juga memiliki banyak sentra tenun, diantaranya: Desa Sade, Desa Sukarara, Pringgasela dan Desa Adat Bayan di kaki gunung Rinjani. Masing-masing juga memiliki motif dan corak yang berbeda. Motif dan ragam hias kain tenun Desa Sukarara terlihat lebih kompleks dan kaya ragam dibanding Desa Sade. Salah seorang pengrajin kain tenun adalah Nurlin.

Kain Tenun Motif Bima

Sejak dulu kala, hasil kerajinan seni tenun Bima telah menjadi komoditi ekspor ke negara-negara tetangga, termasuk China dan India. Sentra kain tenun di Bima juga tersebar di berbagai wilayah, seperti misalnya: Raba Kota, Rasane Barat, Belo dan Palibelo. Motif dan ragam hias yang dimiliki Bima tidak terlalu beragam, mengingat simbol dan gambar yang dijadikan motif tenun, berpedoman pada nilai dan norma adat yang Islami. Kita tahu, Kerajaan Dompu (Bima), merupakan kerajaan islam tersohor di bagian timur Nusantara, sehingga para penenun tidak boleh atau dilarang untuk memilih gambar manusia dan hewan sebagai motif pada tenunannya.

Umumnya, ragam hias kain tenun Bima memakai motif bunga atau geometris (jajaran genjang, segitiga). Setiap unsur warna yang disematkan dalam sehelai kain tenun Bima, memiliki makna atau simbol tertentu. Seperti misalnya, warna biru simbol kedamaian dan keteguhan hati. Warna kuning bermakna kejayaan dan kebesaran. Warna hijau melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

Source https://www.kaskus.co.id https://www.kaskus.co.id/thread/56f373e150741037138b4567/makna-filosofis-motif-kain-tenun-lombok-ntb/
Comments
Loading...