Kerajinan Kain Tenun Sambolo atau Destar Di Sumbawa

0 232

Kerajinan Kain Tenun Sambolo atau Destar Di Sumbawa

Bima terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah petani dan peternak. Karena sebagian besar masyarakat adalah peternak. Bima terkenal akan kerajinan kain tenunnya. Salah satu perajinnya yaitu Anak Agung Wahyu Prayasa Kain tenun Bima memiliki motif dan corak yang beraneka ragam. Kain tenun ini disebut kain tenun Mbojo. Kain tenun Bima atau Mbojo telah dikenal sejak kerajaan Bima saat itu, yakni kerajaan Dompu.

Kain tenun Bima atau Mbojo digunakan oleh masyarakat Bima sebagai pakaian sehari-hari pada masa kesultanan Bima. Saat itu diberlakukan peraturan adat bahwa setiap wanita yang memasuki usia remaja harus memiliki keterampilan menenun kain Bima atau Mbojo untuk pakaian mereka sendiri atau untuk dijual sebagai mata pencaharian wanita pada masyarakat Bima. Kabarnya, kain tenun Mbojo juga digunakan sebagai pakaian yang wajib dikenakan wanita muslim masyarakat Bima pada saat keluar rumah yang disebut rimpu. Rimpu adalah pakaian yang terdiri dari dua kain tenun Mbojo yang menutupi tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah.

Kain Tenun Sambolo atau Destar

Sambolo merupakan ikat kepala tradisional khas Bima yang digunakan laki-laki. Dahulu, laki-laki masyarakat Bima yang memasuki usia remaja harus mengenakan ikat kepala tersebut karena merupakan peraturan adat pada saat itu. oleh karenanya, sambolo merupakan hasil tenun unggulan yang diproduksi setelah Tembe.

Comments
Loading...