Kerajinan Kain Tenun Songke Di Flores

0 260

Kerajinan Kain Tenun Songke Di Flores

Seiring perkembangan promosi pariwisata Manggarai Raya, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang sangat pesat membawa dampak positif bagi masyarakat. Walaupun tidak semua. Pulau Flores yang terkenal dengan binatang Komodo dan sudah menggelar puncak Sail Komodo pada September 2013 lalu ikut memberikan andil dalam membangkitkan kembali keunikan-keunikan budaya Manggarai Raya. Salah satunya adalah tenun Songke.

Tenun songke merupakan kain khas adat orang Manggarai Raya yang diwariskan leluhur mereka. Berpuluh tahun yang lalu, secara tradisional leluhur orang Manggarai yang mungkin dimulai dari Kampung Todo menenun kain songke dari bahan alamiah. Sejalan dengan perkembangan modern dan Indonesia memasuki zaman orde baru membawa perubahan yang sangat drastis.

Salah satunya adalah masuk kain dari daerah lain yang dijual kepada masyarakat Manggarai Raya. Kain untuk dipakai kaum perempuan dan laki-laki di kampung-kampung bermotif modern atau hasil olahan pabrik dari daerah lain.

Perlahan tapi pasti kain songke kian terpinggirkan ditambah dengan harganya yang sangat mahal. Oleh karenanya, warga berebut membeli kain olahan pabrik untuk digunakan. Namun, sebagian warga masih mempertahankan kain songke, apalagi dipakai pada upacara adat, upacara perkawinan secara adat orang Manggarai Raya.

“Motif kain songke mata manuk selalu dibeli oleh orang lokal Manggarai Raya, orang asing, orang-orang Manggarai yang berdomisi di Jakarta dan di daerah lain di Indonesia. Mereka selalu memesan kain songke bermotif tersebut,” kata Leli Maria Goreti.

Dikenal dengan panggilan Leli Artshop, Leli menjelaskan, di art shopnya di kawasan Bandara Komodo dia menjual berbagai jenis tenun dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan kerajinan-kerajinan lokal Manggarai Raya seperti patung komodo, topi songke Manggarai Raya, topi Rea khas Manggarai Barat.

Source Kerajinan Kain Tenun Songke Di Flores Kerajinan Kain Tenun Songke Di Flores
Comments
Loading...