Kerajinan Kain Tenun Tembe Di Sumbawa

0 249

Kerajinan Kain Tenun Tembe Di Sumbawa

Bima terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah petani dan peternak. Karena sebagian besar masyarakat adalah peternak. Bima terkenal akan kerajinan kain tenunnya. Salah satu perajinnya yaitu Anak Agung Wahyu Prayasa Kain tenun Bima memiliki motif dan corak yang beraneka ragam. Kain tenun ini disebut kain tenun Mbojo. Kain tenun Bima atau Mbojo telah dikenal sejak kerajaan Bima saat itu, yakni kerajaan Dompu.

Kain tenun Bima atau Mbojo digunakan oleh masyarakat Bima sebagai pakaian sehari-hari pada masa kesultanan Bima. Saat itu diberlakukan peraturan adat bahwa setiap wanita yang memasuki usia remaja harus memiliki keterampilan menenun kain Bima atau Mbojo untuk pakaian mereka sendiri atau untuk dijual sebagai mata pencaharian wanita pada masyarakat Bima. Kabarnya, kain tenun Mbojo juga digunakan sebagai pakaian yang wajib dikenakan wanita muslim masyarakat Bima pada saat keluar rumah yang disebut rimpu. Rimpu adalah pakaian yang terdiri dari dua kain tenun Mbojo yang menutupi tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah.

Kain Tembe  

Tembe atau sarung merupakan kain tenun yang memiliki nilai tinggi, yaitu berupa sarung yang ditenun dengan cara yang amat tradisional, terbuat dari benang kapas. Kain tenun Bima atau Mbojo dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu tembe songke atau sarung songket dengan warna dasar kain adalah cokelat, merah hati dan hitam. Bahan kain tersebut bukan berasal dari Bima, namun berasal dari Malaysia dan Singapura. Untuk motifnya, tembe songke menggunakan motif berupa garis-garis kecil dengan paduan bunga samobo, satako, kakando dan bunga pado waji. Untuk menampilkan keindahan, motif tersebut dihiasi dengan benang emas dan perak. Kedua, kain tembe kafa na’e, yaitu sarung tenun yang dibuat dari benang khusus, dimana berasal dari penenun itu sendiri dan bukan berasal dari luar Bima.

Source Kerajinan Kain Tenun Tembe Di Sumbawa Kerajinan Kain Tenun Tembe Di Sumbawa
Comments
Loading...