Kerajinan “Kain Tenun Troso” Jepara

0 268

Kerajinan khas kota Jepara salah satunya adalah Kain Tenun Troso. Ini adalah sebuah karya seni yang dipadukan oleh sebuah kain sehingga terbentuk sebuah keindahan dan kenyamanan saat digunakan. Tenunan ini sudah berkembang dari jaman kolonial Belanda hingga saat ini, sudah banyak sekali perkembangan modif dan motif untuk Kain Tenun Troso, sontohnya kain tenun ini berawal dari tenunan godok yang berkembang menjadi tenunan ikat.

Lokasi Sentra Kain Tenun Troso

Troso adalah nama salah satu desa yang terdapat di kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Di Desa inilah tempat komunitas pengrajin tenun ikat troso berada. Sebenarnya Tenun Troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalam kurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat. Sebenarnya Tenun Troso adalah teknik tenun gedok dan kemudian dalam kurun waktu yang cukup panjang, berkembang menjadi tenun ikat. Namun, masyarakat Kabupaten Jepara & sekitarnya lebih mengenal dengan sebutan “Tenun Troso”.

Kerajinan tenun ini tumbuh dan berkembang sejak jaman Belanda dan terus dilestarikankan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, yang saat ini sudah pada generasi yang kelima. Pengrajin Kain Tenun Troso salah satunya adalah Pak Nur.

Terdapat 2 (dua) motif tenun hasil karya cipta komunitas Desa Troso, yaitu :
– Motif/pola Cemara (pohon cemara)
– Motif/pola Lompong (daun Tales)

Tenun motif cemara dan lompong adalah jenis motif yang ditorehkan pada kain sarung. Dengan kain sarung tersebut Desa -Troso menjadi dikenal oleh khalayak ramai (terkenal). Namun seiring dengan perjalanan waktu, motif tenun cemara & lompong sudah jarang dibuat oleh pengrajin, yang dikarenakan tidak adanya permintaan pasar Padahal kala itu kain tenun yang bermotifkan lompong dan cemara pernah mengalami jaman keemasan. Namun jaman keemasan tersebut telah sirna ditelan waktu yang disebabkan oleh beberapa persoalan yang sangat komplek, diantaranya adalah : Sulitnya medapatkan bahan baku dengan jumlah banyak dan yang konsisten spesifikasinya.

Cara Pembuatan Kain Teun Troso

  • Kain tenun troso terbuat dari 2 macam benang, yakni benang Lungsi serta Benang Pakan. Benang Lungsi nantinya akan digunakan sebagai benang yang posisinya membujur, sedangkan Benang Pakan akan digunakan dengan posisi melintang.
 
  • Benang Pakan, dilakukan proses pemasangan ke dalam plangkan melalui proses yang disebut Ngeteng. Setelah tertata dalam plangkan, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan. Namun sebelum diwarna, plangkan dipasang motif dan diikat tali plastik pada bagian motif-motif yang dikehendaki. Bagian-bagian yang ditali nantinya akan terlindung dari bahan pewarna saat pencelupan.
 
  • Usai diwarna, benang dijemur, dilepas ikatannya dan dilakukan pemintalan lewat proses yag disebut malet. Selanjutnya benang siap dipakai untuk menenun bersama benang lungsi yang sudah diproses juga. Proses penyiapan benang lungsi diwarna dulu, kemudian disepul. Yakni dipintal ke dalam alat sepulan. Selanjutnya dilakukan proses nyekir dimana benang dipendah ke alat BUM sehingga benang nantinya bisa dipasang di alat tenun.
Source Sentra Kerajinan Kain Tenun Troso SENTRA TENUN TROSO Melihat Langsung Pembuatan Kain Tenun Troso Jepara
Comments
Loading...