Kerajinan Kain Tenun Weri Di Sumbawa

0 210

Kerajinan Kain Tenun weri Di Sumbawa

Bima terletak di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan mata pencaharian sebagian besar penduduk adalah petani dan peternak. Karena sebagian besar masyarakat adalah peternak. Bima terkenal akan kerajinan kain tenunnya. Salah satu perajinnya yaitu Anak Agung Wahyu Prayasa Kain tenun Bima memiliki motif dan corak yang beraneka ragam. Kain tenun ini disebut kain tenun Mbojo. Kain tenun Bima atau Mbojo telah dikenal sejak kerajaan Bima saat itu, yakni kerajaan Dompu.

Kain tenun Bima atau Mbojo digunakan oleh masyarakat Bima sebagai pakaian sehari-hari pada masa kesultanan Bima. Saat itu diberlakukan peraturan adat bahwa setiap wanita yang memasuki usia remaja harus memiliki keterampilan menenun kain Bima atau Mbojo untuk pakaian mereka sendiri atau untuk dijual sebagai mata pencaharian wanita pada masyarakat Bima. Kabarnya, kain tenun Mbojo juga digunakan sebagai pakaian yang wajib dikenakan wanita muslim masyarakat Bima pada saat keluar rumah yang disebut rimpu. Rimpu adalah pakaian yang terdiri dari dua kain tenun Mbojo yang menutupi tubuh bagian atas dan tubuh bagian bawah.

Weri atau ikat pinggang dari Malanta Salolo

Weri merupakan sebuah ikat pinggang tradisional yang terbuat dari malanta salolo, yakni kain berwarna putih polos yang khusus ditenun untuk salolo. Warnanya beraneka ragam mulai dari warna cokelat, kuning dan merah hati. Ikat pinggang juga dihiasi dengan motif bunga satako, pado waji dan kakando.

Source Kerajinan Kain Tenun weri Di Sumbawa Kerajinan Kain Tenun weri Di Sumbawa
Comments
Loading...