Kerajinan Kaki Palsu Dari Sabut Kelapa Di Lombok

0 132

Kerajinan Kaki Palsu Dari Sabut Kelapa Di Lombok

Mengendarai sepeda motor bebek, Fauzal Bahri dengan lincah mengoper gigi dan sesekali menginjak rem. Sekilas tidak ada yang berbeda dalam diri pria ramah ini. Ia bisa berjalan dan beraktivitas seperti orang lain. Tetapi siapa sangka Fauzal adalah penyandang difabel? Terjatuh dari sepeda motor tahun 2006 silam membuat kaki kirinya terpaksa diamputasi, dan kini harus berjalan menggunakan kaki palsu. Peristiwa 10 tahun silam itu masih membekas di ingatannya. Kala itu ia sempat down, sulit baginya menerima kenyataan bahwa ia harus hidup dengan satu kaki. Apalagi saat itu Fauzal masih berusia 20 tahun dan tengah asik menikmati suasana bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Sempat minder, masih muda juga kan. Sempat saya berhenti kuliah,” kenang Fauzal. Usai diamputasi, anak ketiga dari empat bersaudara ini berjalan dengan bantuan tongkat. Ia pernah berharap memperoleh bantuan kaki palsu. Tetapi di daerah ini, tidak ada Rumah Sakit yang menyediakan kaki palsu. Ditambah lagi Fauzal tidak mampu membeli, karena harga sebuah kaki palsu dibandrol dengan harga tinggi sekitar Rp 10 juta. “Akhirnya saya kepikiran buat kaki palsu, itu sangking kepingin saya. Walaupun saya enggak bisa jalan, paling nggak saya kelihatan normal,” kata Fauzal.

Warga Dusun Bangle, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur, ini pun mulai membuat kaki palsunya sendiri tahun 2007. Saat itu Fauzal membuat kaki palsu dari bahan paralon. Pertama memakai, ia merasa kurang nyaman. Kakinya terasa sakit. “Awalnya kan cuma ingin kelihatan normal saja, tapi dari situ saya mencoba berjalan dengan kaki itu. Memang tidak bisa langsung bisa jalan, butuh proses,” ucapnya.. Setahun beradaptasi dengan kaki palsunya, rasa percaya diri Fauzal pun kembali. Dia kembali ke bangku kuliah tahun 2008.

Dengan kaki palsu buatannya sendiri, Ia bisa berjalan bahkan naik sepeda motor tanpa bantuan orang lain. Hingga tahun 2012 Fauzal terus berinovasi agar kaki palsu buatannya nyaman dipakai. Dia lalu membuat kaki palsu dari bahan fiber. B ahan ini cocok untuk membuat kaki palsu karena mudah dibentuk. Dari bahan fiber inilah puluhan kaki palsu sudah ia buat. Banyak orang yang senasib dengannya, datang ke rumah minta dibuatkan kaki palsu. Serabut kelapa Setelah menggunakan bahan fiber, ia merasa masih ada beberapa kekurangan.

Ia lalu melakukan berbagai eksperimen dengan menggunakan bahan lain mulai dari menggunakan serat batang pisang, serat bambu hingga menggunakan serabut kelapa. Dari bahan-bahan tersebut, serabut kelapa menjadi pilihan. Menurut dia, kaki palsu dengan bahan serabut kelapa lebih kuat dan mudah dibentuk dibandingkan bahan lainnya. “Kalau dari serabut kelapa itu ketika mendapat benturan dia akan kuat karena seratnya itu tidak mudah putus dan cepat kering serta lebih ringan,” katanya. Ia menyebutkan, saat ini kenyamanan kaki palsu dari serabut kelapa buatannya sudah mencapai 99 persen. Sejak dibuat tahun 2015, hingga kini Fauzal masih mengenakan kaki palsu dari serabut kelapa. Sudah banyak orang yang memesan, tetapi dia tidak mau sembarangan. Sebab kaki palsu buatannya harus dipastikan benar-benar aman dan nyaman. “Masih uji coba,” katanya.

Source https://regional.kompas.com https://regional.kompas.com/read/2016/11/15/11510091/fauzal.penyandang.difabel.pembuat.kaki.palsu.dari.serabut.kelapa
Comments
Loading...