Kerajinan Kaktus Hias Di Jakarta

0 150

Kerajinan Kaktus Hias Di Jakarta

Memiliki gelar sarjana hukum tentu memiliki kesempatan bekerja di banyak bidang. Namun Kesempatan itu tak diambil oleh Agustinus Glen Clavin yang lebih memilih untuk berbisnis tanaman kaktus.

Pria yang akrab disapa Glen ini mengaku telah berkecimpung di dunia tanaman hias sejak kecil, hal itu lantaran orang tuanya yang juga berbisnis di bidang itu. Bentuknya yang unik, membuat Glen jatuh hati terhadap tanaman kaktus.

Glen bercerita, pada suatu ketika ada seorang pelanggan yang datang ke toko milik orang tuanya. Saat itu, Sang pelanggan bertanya soal tanaman kaktus, namun Glen belum memiliki informasi tentang itu hingga membuat ia penasaran.


“Waktu kecil orang tua punya toko tanaman. Jadi sudah dekat sama tanaman dari kecil, terus ada yang tanya soal kaktus, aku cari-cari tentang kaktus dan tertarik karena banyak jenisnya dan lucu,” kata dia.

Kemudian, setelah lulus menjadi sarjana hukum di 2014, ia memutuskan untuk membuat bisnis tanaman hias seperti orang tuanya. Dia membuka bisnis tersebut secara online dengan nama ‘Bella Spina’, yang kini telah memiliki toko di Jalan Jogokaryan, Yogyakarta.

Dengan modal kurang lebih Rp 2 juta ia pun membangun bisnis tersebut. Karena memang telah berkecimpung sejak kecil di dunia tanaman, maka tak sulit bagi Glen untuk menjalankan bisnisnya. Tak hanya kaktus, ia juga berjualan pot hias dan tanaman lainnya.

“Itu cuma pakai uang tabungan di bawah Rp 2 juta (modal) karena nggak mau memberatkan orang tua. Nah dari situ kan dapat untung terus muter,” ungkap dia.

Walau begitu, usahanya dalam menjalankan bisnis tersebut tak lepas dari cibiran. Hal ini mengingat Glen sebagai sarjana hukum yang lebih memilih untuk berjualan kaktus, dibanding mempraktekkan ilmunya.

Cibiran tersebut sempat membuat ia merasa tak percaya diri. Tetapi berkat dukungan Sang istri kondisi tersebut mampu ia lewati. Sebab, ia dan Sang istri memang sangat menyukai tanaman hias.

“Ada saudara pas arisan bilang sarjana hukum kok jualan tanaman hias, kenapa nggak coba pengacara, staf hakim. Nah itu sempat buat kepikiran tapi aku sama istri memang suka tanaman hias jadi kita bisa melewatinya,” papar dia.

Karena ketekunannya menjalankan usaha, kini Glen pun mampu menghasilkan omzet hingga Rp 70 juta per bulan. Bahkan, rencananya ia akan memperluas kebun dan toko miliknya untuk mengembangbiakkan tanaman hias.

Source https://finance.detik.com https://finance.detik.com/solusiukm/d-4236897/sarjana-hukum-ini-jualan-kaktus-beromzet-rp-70-jutabulan
Comments
Loading...